Waspada Penyakit ASF, Karantina Karimun Gandeng Instansi Untuk Perketat Pengawasan – WartaKepri
87 views

Waspada Penyakit ASF, Karantina Karimun Gandeng Instansi Untuk Perketat Pengawasan

Waspada Penyakit ASF, Karantina Karimun Gandeng Instansi Untuk Perketat Pengawasan

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Saat ini Badan Karantina Pertanian waspada terhadap African swine fever (ASF) yang dapat merusak peternakan Indonesia khususnya peternakan babi.

Adanya lalulintas perdagangan media pembawa daging babi dan produk olahannya di Indonesia. Khsusunya diwilayah perbatasan perairan Kepri, menuntut peran Karantina Pertanian dalam pengawasannya, Terutama dalam mengawasi kemungkinan adanya infestasi Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), salah satunya penyakit ASF (African Swine Fever).

Sehingga kedepannya Karantina Pertanian karimun melalui Karantina Uji Standar perlu melakukan uji coba deteksi penyakit ASF dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Real Time PCR (RT- PCR).

Karantina Pertanian Karimun sendiri sebagai unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian (UPT Barantan) telah melakukan sosialisasi kepada instansi terkait seperti bea cukai dan kepolisian terhadap bahaya masuknya penyakit ini. Nantinya Karantina Pertanian Karimun juga akan memperketat pengawasan pemasukan babi atau daging babi. Karena hingga saat ini, Indonesia masih bebas penyakit ini atau disebut hama penyakit hewan karantina golongan I.

“Karantina perlu dukungan dari bea cukai dan kepolisian untuk turut serta dalam upaya pengawasan risiko pemasukan penyakit yang menyerang babi ini. Meskipun di Karimun tidak ada peternakan babi, kita tetap harus waspada karena penyakit ini sudah menyerang Asia seperti Vietnam, Laos, Myanmar, Filipina dan mendekati Indonesia,” jelas Priyadi disela-sela acara coffee morning terkait perjanjian kerja sama Barantan dengan Polri dan MoU Barantan dengan Bea Cukai, Selasa (10/09/2019).

Pada kesempatan yang sama, Kristiyani Maryatiningsih, dokter hewan Karantina Pertanian Karimun menyampaikan bahwa di Karimun memang tidak ada sentra peternakan babi skala besar seperti di Pulau Bulan (wilayah kerja Karantina Pertanian Tanjung Pinang). Akan tetapi, ada warga yang memelihara babi secara tradisional yang juga harus dilindungi dari risiko penyebaran penyakit ASF ini.

“Disini juga ada lalu lintas pengiriman daging babi ke Batam. Skala besar atau kecil, penyakit ASF tidak boleh dianggap remeh karena dampaknya bisa menghancurkan perekonomian Indonesia pada umumnya,” terangnya.

Karantina Pertanian Karimun menghimbau kepada masyarakat untuk selalu melaporkan komoditas pertanian khususnya babi dan olahan produk babi lainnya yang akan dikirim secara domestik maupun internasional.

Meskipun virus penyakit ASF dikabarkan tidak mempengaruhi manusia, virus ini mematikan bagi babi dan tidak ada vaksin atau obat yang diketahui berhasil melawan wabah ini.(*)

Tulisan : Aziz Maulana

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA