Dampak Typoon Kammuri di Laut Cina Selatan Akan Mempengaruhi Perairan Laut di Kepri

36

WARTAKEPRI.CO.ID, Pemberitahuan ini di sampaikan oleh (Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) kota batam melalui pesan Realise nya Rabu 04/ 12/ 2019

“Adanya Thypoon Kammuri di sekitar wilayah Filipina menyebabkan adanya penumpukkan massa udara di wilayah Kepulauan Riau yang menambah peluang pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kepulauan Riau.

Topan KAMMURI di Laut Cina Selatan dengan arah pergerakan ke Barat. Sirkulasi siklon ditemukan di Australia Utara (925 / 850mb) dan di Samudra Pasifik Utara Papua (925 / 800mb) dan sirkulasi tertutup di Sulawesi utara.

Konvergensi membentang dari Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Laut Sulawesi. Kurva angin ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Selat Karimata, Kalimantan Tengah, dan Papua. Jet level rendah dengan kecepatan simpul ditemukan di Laut Cina Selatan
Keadaan ini akan berlansung sampai tanggal 6/12/2019.

Secara umum kondisi cuaca esok hari diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.(Forecaster on duty,
Aprilia S)

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Untuk itu, Peringatan Dini bagi transportasi laut dan aktivitas kelautan dihimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan Bintan, Natuna dan Anambas.

Sementara itu Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tarempa melarang seluruh kapal berlayar mulai hari ini, Rabu (4/12) karena dampak angin topan yang melanda Filipina.

Larangan ini tertuang dalam surat keterangan yang ditandatangani oleh Ferizal selaku Pelaksana Harian atas nama Kepala Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas II Tarempa.

Dalam surat itu, Ferizal menerangkan adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) terkait angin topan (Typhoon Kammuri) 965 HPA yang melanda bagian timur Filipina.

Typhoon Kammuri ini disebutkan berdampak pada ketinggian gelombang yang terjadi di laut Natuna dan Anambas yang mencapai 4,0 – 6,0 M dengan kecepatan angin mencapai 3 – 30 Knot.

Untuk itu, demi keselamatan pelayaran, mulai 4 Desember 2019 kapal-kapal tidak dibenarkan berlayar dari pelabuhan Tarempa ke pelabuhan tujuan manapun hingga peringatan dini yang dikeluarkan BMKG dicabut.

“Demikian surat keterangan ini kami buat untuk dapat dipergunakan seperlunya,” tulis Ferizal dikutip dari surat edaran itu. (Amrullah)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH