Ditinggal Orang Tua ke Malaysia, Pemuda 18 Tahun Dua Kali Mencuri Untuk Biayai Hidup





WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Berdasarkan laporan korban pencurian nomor: LP-B/151/XII/2019/Kepri/SPK-Res Karimun, Jajaran Satreskrim Polres Karimun langsung menindak langsung aksi tidak pidana yang dilakukan oleh remaja DWF (18).

Remaja pengangguran yang tidak meluluskan sekolah SMPnya ini, berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Karimun pada Sabtu (7/12/2019).

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP. Herie Pramono saat menggelar konferensi pers pada Selasa (10/12/2019) di Polres menjelaskan bahwa pelaku ketahuan mencuri handphone jenis Oppo warna merah milik Zulfrizal, Warga Kampung Harapan, RT/RW 01/01 Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, pada Senin (2/12/2019) lalu pukul 03.00 WIB dini hari.

“Korban yang saat itu hendak melakukan ibadah Shalat Subuh, seperti biasanya bangun tidur pukul 04.15 WIB. Saat terbangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi, korban kemudian mencari handphone yang diletakan di samping tempat tidur, dan melihat HPnya sudah tidak berada di tempat semula,” terangnya.

Kata Herie, Kemudian korban juga memeriksa seluruh barang termasuk tas dan jam tangan yang diletakan tidak jauh dari handphonenya itu, barang-barang berharga miliknya itu juga raib digondol oleh pelaku. Modus operandi pencurian yang dilakukan pelaku ini dengan cara masuk ke dalam rumah korban melalui jendela yang tidak terkunci.

“Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku kemudian mengambil satu unit handphone merk Oppo tipe A3S warna merah, satu buah jam tangan merk Alexander serta sebuah tas polo, dan pelaku ditangkap pada Sabtu (7/12/2019), saat sedang berada di Warnet fantastic,” imbuhnya.

Sementara itu, pelaku DWF (18) mengakui seluruh perbuatannya, dan hasil curiannya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.

“Hasilnya digunakan untuk makan dan kebutuhan hidup, ini yang kedua kalinya tahun lalu hal serupa juga saya lakukan,” ungkap pemuda pengangguran dimana kedua orangtuanya berada di negeri jiran Malaysia ini.

Saat ini pelaku masih menjalani penyidikan di Polres Karimun berikut dengan barang bukti lainnya yang turut diamankan.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.(*)

Tulisan : Aziz Maulana



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA