WartaKepri.co.id, KARIMUN – Kondisi gelombang dibandingkan dengan wilayah perairan lainnya di Kepulauan Riau (Kepri), Perairan antara jalur Karimun dan Batam paling nyaman.
Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun Raden Eko Sarjono pada Senin (6/1/2020).
Saat melakukan pengecekan rutin yang dilaksanakan, yaitu alat Layar monitor prakiraan cuaca berupa tampilan slide yang selalu update pada setiap 5 hingga 15 menit sekali di pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.
“Dibandingkan dengan wilayah Dabo Singkep, Natuna, dan Anambas, itu wilayah perairan Karimunlah yang paling rendah, karena tinggi gelombang di perairan Karimun berkisar antara 0,1 meter hingga 0,7 meter saja,” ujar Eko.
Pria asal Jogyakarta tersebut juga menuturkan, paling tinggi gelombangnya yaitu di perairan Anambas dan Natuna, ketinggian gelombang hingga mencapai 3 meter.
“Untuk alat Monitor Slide Prakiraan Cuaca sendiri ada beberapa titik, dimana alat-alat dari BMKG dipasang pada Pelabuhan Domestik, Pangkalan Angkatan Laut, di Desa Pongkar, dan yang terkhir pemasangan di Kantor BMKG sendiri,” terangnya.
Kata Eko, jadi dengan adanya beberapa titik pemasangan alat tadi, diharapakan keakuratan data tersebut dapat di pertanggungjawabkan. Sementara pengoperasian alat ini langsung dari BMKG Pusat, akan tetapi data-data yang masuk dari BMKG Tanjungbalai Karimun.
“Jadi kita rutin mengirimkan data setiap hari, dan pada alat ini ada dua tipe kerusakan, diantaranya kerusakan ringan yang dapat ditangani sendiri karena mempunyai teknisi khusus dikantor, sedangkan untuk kerusakan yang sifatnya berat sampai dengan penggantian alat itu kita harus lapor ke Pusat, karena alat-alatnya didatangkan dari Pusat,” pungkasnya.(ama)
























