WartaKepri.co.id, KARIMUN – Dalam kurun waktu satu malam, dua rumah warga di satroni kawanan pencuri pada sabtu dini hari (18/1/2020).
Lokasi kejadian pertama pencuri berhasil menggasak rumah salah satu warga bernama Ani (33), warga jalan Teluk air, RT 05/ RW 02 nomor 65, Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, Tanjungbalai Karimun.
“Pelaku berhasil menggasak satu unit Lenovo tablet warna hitam list biru, yang saya letak di atas kasur depan ruang keluarga, dan saya terbangun pukul 02.00 WIB, serta sempat memanggil pelaku, saya kira keponakan. lalu saya kejar kebelakang ruang dapur dan kamar mandi dia langsung menghilang,” ujar ibu yang memiliki tiga orang putra ini.
Lebih lanjut, wanita yang sehari-hari berjualan sayur dan sembako ini mengatakan bahwa, setelah diperiksa dan di cek sekitar rumah, tidak ada jendela maupun pintu rumah yang rusak, semuanya dalam keadaan tertutup dan di kunci.
“Kamipun heran, kok bisa langsung menghilang, padahal seluruh pintu dan jendela dalam keadaan tertutup dan di kunci, saya beserta suami dan anak-anak mencari pelaku pencurian tersebut hingga keluar rumah, sudah tidak ada,” katanya.
Sementara itu, kejadian yang sama juga dialami oleh Yuni Eka Putri (34). Ibu yang memiliki dua orang putra ini telah kehilangan satu unit handphone Samsung galaxy j2 prime, warna hitam, dengan imei 354921075992833.
“Pertama kalinya di lihat oleh suami saya yang bangun untuk melaksanakan Ibadah Shalat Subuh, pukul 04.30 WIB. Terperanjat melihat kondisi lemari pakaian dalam keadaan terbuka dan jendela di congkel dan dirusak oleh pencuri,” ujarnya.
Yuni juga mengatakan sempat nomornya dihubungi, dan masih aktif. Pelaku pencurian juga berusaha untuk keluar dari beberapa Group Whatsapp (WA) milik saya.
“Sempat di hubungi, baik itu di telepon, sms bahkan di WApun masih aktif, selang beberapa saat kemudian, tidak aktif kembali,” imbuhnya.
Korbanpun mengimbau untuk sementara jika ada terima SMS, Telepon atau WA dari nomer HP. dengan nomor 085397995900 mohon jangan di tanggapi atau diterima, karena HP. dengan nomor tersebut telah dicuri.
“Nomor tersebut terkadang masih aktif ketika ditelepon, khawatir disalahgunakan oleh pelaku,” ungkapnya.
























