Bupati Natuna Ispeksi Proyek Bangunan Puskesmas Kecamatan Midai

133

WARTAKEPRI.CO.ID – Bupati Natuna, H.A Hamid Rizal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Midai, Setelah Pemkab Natuna melakukan pemutusan kontrak sekaligus blacklist (daftar hitam) terhadap Perusahaan CV. Tri Buana Citra Perkasa.

Perusahaan berdomisili di Tanjung Pinang (Kota) Kepulauan Riau yang mengerjakan proyek fisik pembangunan baru Puskesmas Midai tidak tuntas.

Di hari yang Sama, Bupati Natuna H.A Hamid Rizal mengelar bertemuan bersama warga masyarakat di balai pertemuan Kecamatan Midai membahas sejumlah persoalan yang tengah menjadi perbincangan hangat warga. Senin, (17/2/2020).

Turut mendampingi Bupati Natuna, Dinas Perkim, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dishub, Dinas Pendidikan, Sekwan, Kabag Humas, Ketua PKK, camat Midai dan Suak Midai.

Serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna, Mexianus Bekabel turut ikut rombongan memberikan bantuan alat keselamatan ke warga midai.

“Saya sengaja datang ke Kecamatan Midai hari ini melihat lebih dekat mana yang telah kita bangun kemarin, mana yang udah siap mana yang belum siap (proyek),” kata Bupati Hamid Rizal.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Bupati Hamid dalam pertemuan bersama tokoh pemuka Masyarakat, dirinya mengingatkan anak buahnya agar lebih berhati hati dalam bekerja.

“Saya ingatkan kembali kepada segenap Kapala Dinas, dalam hal waktu dan lelang Proyek, yang ambil proyek itu harus tengok baik baik, yang ada modal tidak, cukup modal, jangan modal dengkul, inilah terjadi tak siap ditengah jalan, ada proyek diambil namun proyek dikerjakan dengan orang lain, inilah akibatnya barang tak selesai,” ucap Bupati Hamid.

Hamid mengatakan, proses pengadaan barang dan jasa harus tepat waktu, karena keterlambatan sedikit saja akan dapat mengurangi daya dorong APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya tidak ingin kita menunda-nunda pekerjaan, karena dengan lelang yang terburu-buru kualitas hasil akhir pekerjaan pasti jelek. Segera lelang paling lambat Bulan maret sudah selesai lelang semua,” sebutnya.

Namun, Bupati tetap memberikan keyakinan kepada Masyarakat Kecamatan Midai bahwa puskesmas sempat mangkrak itu tetap dilanjutkan pengerjaannya.

“Inysa allah kita komit akan melanjutkan Pembangunan Puskesmas ini hingga tuntas,” ujar Hamid.

Hamid mengatakan, Perusahan yang mengerjakan proyek pembangunan Puskesmas ini telah diambil tindakan oleh Pemerintah berupa blacklist (daftar hitam).

“Tentu tetap kita bayar sesuai progres apa yang telah mereka, pihak kontraktor kerjakan, kalau lebih suruh dia kembalikan, tak kembali kita proses,” sebut Hamid.

Selepas menghadiri pertemuan bersama warga, Bupati bersama rombongan langsung meninjau lokasi Proyek Puskesmas di Sabang barat Midai induk.

Pagu angaran pembangunan Puskesmas senilai 5 Milyar, Proyek milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna tahun 2019 bersumber DAK Afirmasi.

Hikmad Aliansyah Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hikmat Aliansyah mewakili Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna menjelaskan, Proyek Pembangunan Puskesmas Midai dikawal Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) melalui pertimbangan bersama telah diputuskan kontrak kerja.

“Pihak BPK akan turun mengaudit, hasil LHP akan keluar bulan Mai, sementara Perusahan tersebut telah kita putuskan kontrak terhitung pada tangal 15 Desember 2019 yang lalu,” ujar Hikmad sela peninjauan Proyek Puskesmas Midai.

Hikmad menjelaskan, pemutusan kontrak itu selain waktu pengerjaan telah habis pihak konsultan pengawal selalu memberikan teguran.

“Ada berapa spes barang tidak sesuai progres pengerjaan Bangunan baru mencapai 48 Persen, Contoh ACP kita minta yang eksterior namun datangnya yang interior, kita tidak terima itu, juga kemarin kusen kita minta yang 4 inci datangnya 3 inci, karena barang barang itu tidak ada ditempat kalau kita berikan waktu 50 hari tidak mungkin, mangkanya kita putus kontrak,” sebut hikmad.

Usai meninjau, rombongan Bupati silaturami ke kantor Kecamatan Suak Midai melepas lelah sembari menikmati Es Kelapa muda ditemani Laksa kuliner khas Midai aula pertemuan.

Bupati Hamid beserta istri Nurhayati Hamid Rizal menyempatkan untuk berziarah ke Makam leluhur, Sulaiman Bin Abdul Hamid merupakan datok dari keluarga sebelah ibu Hamid Rizal.

Selepas Magrib rombongan bertolak ke Ranai mengunakan Kapal Indra Perkasa.(Rky)

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI