WARTAKEPRI.co.id, BATAM–Anggota Komisi I DPRD Batam, Tan A Tie menanggapi perihal adanya wacana 15 warga Batam bakal dikarantina tepatnya di Asrama Haji. Menurutnya ini tidak boleh, mengingat Asrama Haji ini dekat akses ibu kota.
“Ini menyangkut orang banyak, bukan secara pribadi. Setidaknya harus waspada jangan sampai menjadi kita sendiri menjadi sasaran virus Corona,”kata Tan A Tie, Anggota Komisi I DPRD Batam, Selasa (3/3/2020) di kantor DPRD Batam.
Dijelaskan oleh Politis PSI ini, terkait adanya wacana pemerintah bakalan mendirikan gedung khusus untuk penanganan Virus Corona. Inikan baru wacana, kalau mau bangun tinggal bantu saja, tidak perlu survey.
“Jadi, sebenarnya pemerintah lebih baik fokus dalam penanganan saja agar masyarakat terhindar dari bahaya virus Corona ini,”ujarnya.
Pihaknya meminta intansi terkait untuk lebih ekstra dalam pengawasan masuk. Kalau bisa tolong dicek betul, jangan sampai kecolongan,”pintanya.
“Kita ini kan anti penyakit, apa mau tertular pada keluarga.? Nah tidak akan setuju, maka dari itu mari budayakan sikap bersih agar terhindar dari penyakit,”sebutnya.
Tan A Tie menegaskan bahwa pihaknya ingin adanya alat deteksi untuk mengecek orang asing masuk ke Batam lebih diperketat lagi. Mengingat status hingga kini masih dalam tahap waspada.
Tujuan dipasang deteksi itu kan mampu melihat yang masuk, supaya bisa siapa warga luar masuk ke Batam terdeteksi dengan baik,”tegasnya.
Jadi, inilah yang perlu diperketat oleh petugas dilapangan seperti di Bandara,Pelabuhan mohon lebih serius dalam penanganan TKA masuk ke Batam,”pungkasnya.
Tulisan :Taufik Chan






























