Alasan Corona, Hakim Pengadilan Negeri Batam Larang Wartawan Meliput

145
Eduard Kamaleng

WartaKepri.co.id, Batam – Pada masa pandemi Covid 19 membuat majelis hakim pengadilan negeri Batam melarang para wartawan untuk meliput di ruang sidang, Kamis (09/04/2020).

Larangan untuk peliputan bagi wartawan di ruang sidang menurut Fraktisi hukum, Eduard Kamaleng adalah sesuatu yang mengada-ada dan tidak beralasan.

“Kalau sidang terbuka untuk umum maka artinya wartawan juga bebas meliput. Tidak ada dasarnya hakim melarang wartawan meliput,” ucap Edo saat ditemui di pengadilan negeri Batam.

Edo menyebutkan jangan alasan pandemi Covid 19 atau virus Corona wartawan dilarang oleh hakim untuk mencari berita.

“Jangan sampai nanti persidangan disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan pribadi,” sebut Edo.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Edo menuturkan bahwa benar situasi saat ini sedang pandemi Corona dan adanya himbauan pemerintah tentang social distancing tetapi para hakim jangan mengabaikan ketentuan hukum yang ada.

“Ketentuan hukum yang menyatakan sidang terbuka untuk umum itu ada diatur dalam pasal 153 ayat 3 undang-undang nomor 8 tentang hukum acara pidana (KUHAP). Jika pasal tersebut diabaikan maka putusan yang dihasilkan batal demi hukum,” sebut Edo.

Edo melanjutkan bahwa bukan hanya KUHAP yang mengatur ketentuan sidang terbuka untuk umum, melainkan undang-undang nomor 48 tahun 2009 tentang aturan persidangan terbuka untuk umum.

“Diharapkan majelis hakim pengadilan negeri Batam jangan mengesampingkan aturan hukum yang berlaku. Jelas hakim adalah penegak hukum seharusnya hukum ditegakkan,” tutup Edo.

Dalam sidang pemeriksaan saksi atas terdakwa Robby Vhandiego majelis hakim pengadilan negeri Batam Taufik Nainggolan melarang wartawan untuk meliput kegiatan persidangan tersebut. “Dilarang masuk wartawan,” ucap Taufik kepada wartawan yang hendak meliput persidangan tersebut.

Dalam kesempatan yang berbeda Kepala seksi pidana umum (kasipidum) Kejaksaan Negeri Batam Novriadi Andra mengatakan bahwa sidang dengan terdakwa Robby Vhandiego sebenarnya terbuka untuk umum.

“Robby Vhandiego dihadapkan persidangan sebab diduga melanggar pasal  372 jo 55 ayat 1 ke- 1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHPidana,” sebut Novriadi. (adit)

 

Kiriman : Joni

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH