Tim Bison Satreskrim Ciduk Warga Diduga Menghina Presiden di Medsos

222
WartaKepri - Tim Bison Satreskrim ciduk warga diduga menghina Presiden
WartaKepri - Tim Bison Satreskrim ciduk warga diduga menghina Presiden

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tim Bison Satreskrim Polres Karimun, Polda Kepri pada Kamis (2/4/2020) mengamankan salah satu warga Sungai Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Armansyah (36), karena diduga menghina Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo melalui status di akun facebooknya dengan nama Armansyah Bylonk.

Berdasarkan laporan dari Briptu Yuliana F Simanjuntak, membuat laporan polisi dengan Nomor: LP-A/38/IV/2020/Reskrim tertanggal 13 April 2020.

“Penghinaan terhadap Presiden RI itu diketahui ketika tim siber Polres Karimun melakukan patroli siber di media sosial facebook. Salah seorang tim siber, Briptu Yuliana F Simanjuntak menemukan status yang dibuat oleh pelaku melalui akun facebooknya, telah melakukan penghinaan terhadap Presiden Jokowi,” terang Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono Selasa (14/4/2020).

Dirinya mengatakan bahwa, kronologi kejadian bermula ketika pada Kamis, 7 april 2020, anggotanya melaksanakan patroli siber pada sosial media (sosmed) facebook. Pada saat melakukan patroli siber tersebut, Briptu Yuliana F Simanjuntak menemukan dan membaca salah satu postingan status dari akun facebook Armansyah Bylonk, yang berisi penghinaan terhadap Presiden RI, yang di postingnya pada hari Kamis tanggal 2 April 2020 lalu, pukul 15.27 WIB.

“Pada beberapa kalimat bahasa postingan status dari akun Armansyah Bylonk yang berisi penghinaan yaitu “Joko Widodo yang saat ini menjabat Presiden negara besar namun impoten”.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Kemudian, status lainnya yaitu  “Anda yang tidak memiliki otak untuk berfikir, hati untuk merasakan kecemasan, kegelisan dan ketakutan akan wabah kematian, serta postingan lainnya berupa “Presiden pilihan para taipan, pilihan kaum munafik, pimpinan Abu Janda Republik ini, pilihan jenderal-jenderal dan pilihan anak-anak keturunan para pengkhianat PKI pada Republik ini, yang telah melakukan aksi kudeta berdarah 30 September 1965 namun gagal oleh kakek-kakek kami,” kata Herie.

Herie mengungkapkan modus operandi yang dilakukan pelaku pemilik akun facebook Armansyah Bylonk dengan memposting status di facebook yang diduga menghina Presiden RI.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku Armansyah, yakni screnshoot postingan status akun facebook Armansyah Bylonk, beserta satu unit handphone merk Vivo tipe 1808 warna merah.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan UU 19/2016 dan atau pasal 208 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun.

 

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH