Ramai Paska ILC, Ada Apa dengan Rizal Ramli vs Sri Mulyani, Berikut Jejak Digitalnya dari Tahun 2018

301
Rizal Ramli dan Sri Mulyani. Foto BeritaPemilucom

WARTAKEPRI.co.id – Tayangan Talk Show Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/4/2020) dengan Tema “Corona: Setelah Wabah, Krisis Mengancam?” masih menjadi perbincangan dan pemberitaan dari sejumlah media online di tanah air pada Rabu (22/4/2020). Adapun, yang menarik menjadi perhatian adalah sesi pembicara Rizal Ramli yang mengebu-gebu minta tinggalkan kerjasama dengan China hingga memunjukan bertapa “Dendamnya” Rizal Ramli terhadap Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan RI Kabinet Indonesia Maju.

Walau hadirkan pembicara di meja utama empat orang, selain Rizal Ramli Mantan Kemenko, Fuad Bawazir Mantan Menteri Keuangan, Misbakhun DPR RI Komisi II dan Yustinus Prastowo Staf Khusus Kemenkeu, acara Talk Show itu tetap meriah, dengan komentar keras Rizal Ramli yang ditujukan langsung ke pemerintahan Jokowi.

Berikut Videonya KERAS! Kritik Rizal Ramli: Sebelum Ada Corona, Ekonomi Kita Sudah Bermasalah! | ILC tvOne

Dari penelusuran WartaKepri.co.id di sejumlah media online atau jejak digital dari sosok Rizal Ramli dan keluarga, serta jejak digital pemberitaan perseteruan antara Rizal Ramli VS Sri Mulyani. Selain mengkritik secara tidak langsung terhadap Sri Mulyani, Rizal Ramli juga menyarankan untuk tidak lagi menjadi Antek China dengan penuh penekanan.

Tapi, melihat fakta kehidupan Rizal Ramli, ternyata pernah beristrikan wanita keturunan China bernama Marijani (Liu Siaw Fung). Dikutip dari Bisnisindonesia.com, Ibu Marijani (Liu Siaw Fung) meninggal 01 Maret 2011 di Rumah Sakit Pondok Indah akibat menderita penyakit kanker. Almarhumah meninggal dunia pada usia 47 tahun dan meninggalkan tiga putri yaitu Vanissa, Natasya, dan Priscilla serta seorang putra yaitu George Samuel. Ibu Marijani menikah dengan Rizal Ramli pada 2008, dan sejak saat itu,almarhumah meninggalkan dunia bisnis yang digelutinya sejak lama.

Selain itu, yang lebih menarik adalah perseteruan Rizal Ramli juga terbaca di sejumlah berita di Tahun 2018. Berikut kutipan berita termasuk katergori saling mengkritik diantara keduanya.

1. Tangga, 05 Mei 2018 di Detik.com. Judul “Fakta di Balik Tantangan Debat Rizal Ramli ke Sri Mulyani soal Utang”.

Utang pemerintah Republik Indonesia (RI) yang terus bertambah berbuntut panjang. Kini polemik itu berujung pada perseteruan antara mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Episode RR vs Sri Mulyani ini bermula ketika banyaknya pihak yang menyuarakan pandangan negatif tentang utang RI. Pemerintah tetap yakin bahwa utang yang sudah menggunung itu masih dalam batas aman. Presiden Joko Widodo sampai-sampai berujar di salah satu kesempatan bahwa Menterinya, Sri Mulyani memiliki basis data yang kuat untuk membuktikan bahwa utang RI masih dalam batas aman. Dia mempersilahkan siapapun yang ingin berdebat dengan menterinya itu soal utang.

Pernyataan itu langsung disambut oleh Riizal Ramli. Dia terus bersuara lantang untuk mengajak Sri Mulyani berdebat. Namun hingga kini genderang perangnya belum ditanggapi. Berikut fakta di balik tantangan debat tersebut.

2. Tanggal 19 Mei 2019 di Tempo.co, Judul “Kemenkeu Balas Kritik Rizal Ramli ke Sri Mulyani Soal Utang”

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti menjawab kritik bekas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai ratu utang.

“Julukan ratu utang menunjukkan bahwa Rizal Ramli sangat tidak paham terhadap mekanisme pemerintahan khususnya dalam pengelolaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tidak pantas juga seorang mantan Menkeu memberikan komentar seperti itu,” ujar Nufransa dalam pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 18 Mei 2019.

Sebelumnya, Rizal melontarkan kritik kepada Sri Mulyani melalui akun twitternya @RamliRizal. “Utang Pemerintah Setahun Naik Rp 347T. Nyaris Rp1 Trillun per hari ! Kok prestasi tertinggi ngutang? Wong Menkeu ‘Ratu Utang’ dipuja-puja kreditor karena berikan bunga tertinggi di ASEAN,” cuitnya.

Menurut Nufransa, tidak benar bila menyalahkan Menteri Keuangan dalam pengambilan kebijakan pembiayaan melalui utang. Sebab, kebijakan itu adalah produk bersama antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. “Sudah disetujui wakil rakyat yang duduk di DPR.”

3. Tanggal 14 Januari 2020 di Detik.com, Judul ” Rizal Ramli Cuit Menkeu ‘Terbalik’, Sindir Sri Mulyani?”

Ekonom Rizal Ramli kembali melontarkan kritik keras ke pemerintah. Lewat akun Twitter @RamliRizal, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu menyinggung soal kinerja Menkeu ‘Terbalik’.

Rizal mengkritik kinerja Menkeu ‘Terbalik’, semakin banyak meminjam lewat penerbitan surat utang dengan yield alias imbal hasil paling tinggi. Dalam cuitannya, Rizal Ramli juga ‘menyolek’ akun Twitter Presiden Joko Widodo @jokowi.

Ini kinerja Menkeu “Terbalik”, semakin banyak meminjam dengan yield paling tinggi ! Menkeu “Terbalik” bekerja utk kreditor, merugikan rakyat dan bangsa Indonesia. Cc. @jokowi

Cuitan satir Rizal Ramli ini tentu saja bukan tanpa tujuan. Kemungkinan besar ini untuk ‘menyelepet’ Sri Mulyani yang sudah beberapa kali mendapat gelar Menteri Keuangan Terbaik.

4. Tanggal 02 April 2020 di WartaEkonomi.co.id, Judul “Sri Mulyani Jalankan Solusi dari Rizal Ramli”

Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra, menilai bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sudah menjalankan solusi dari ekonom senior, Rizal Ramli, dalam mengatasi dampak pandemik virus corona terhadap perekonomian rakyat. Menurutnya, langkah Sri Mulyani tersebut tepat.

“Sudah bagus pemerintah masih mau menerima masukan dari luar untuk isu penggunaan dana SAL dalam penanganan wabah Covid-19. Ini menandakan masih ada niatan untuk belajar agar bangsa ini dapat selamat, keluar dari resesi ekonomi,” ujar Gede Sandra, Kamis (2/4/2020).

Selain penggunaan dana SAL tersebut, Gede Sandra menyarankan pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi yang lebih drastis. Misalnya, menunda dan merestrukturisasi cicilan pokok dan bunga utang SBN yang untuk tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp641 triliun, terdiri dari pokok SBN jatuh tempo sebebar Rp346,5 triliun dan bunga SBN sebesar Rp295 triliun.

Ekonom senior Rizal Ramli meminta Presiden Jokowi mengalihkan anggaran proyek infrastruktur untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Adapun anggaran tersebut senilai Rp430 triliun.

“Jangan gengsi. Gunakan uang proyek infrastruktur Rp430 triliun, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kurang lebih Rp270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, RT/RW untuk distribusi makanan,” ujar Rizal Ramli.

Usul Rizal Ramli tersebut lantas digunakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rangka menyelamatkan perekonomian dari dampak pandemik virus corona. Dalam keterangan pers, Sri Mulyani mengungkap sumber pendanaan anggaran penanganan virus corona dan dampak sosial dan ekonomi dalam APBN 2020, salah satunya melalui Sisa Anggaran Lebih (SAL).

Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND