BNNP Kepri Musnahkan Sebanyak 11,75 Gram Narkoba Jenis Sabu Penindakan Lokasi Berbeda

33

WARTAKEPRI.CO.ID, BATAM–Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau melakukan Pemusnahan barang bukti narkotika sabu 11.746,52 gram. Kegiatan pemusnahan langsung dipimpin oleh Kepala BNNP Kepri didampingi Ketua Pengadilan Batam, Direktur Bubu Hang Nadim Batam, Kabid Pemberantasan BNNP Kepri.

Kepala BNNP Kepri Richard M Nainggolan mengatakan bahwa berawal pada hari Rabu, tanggal 04 Maret 2020, sekitar pukul 07.50 WIB di Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Petugas Bea & Cukai beserta AVSEC Bandara Hang Nadim telah mengamankan 1 (satu) orang dengan inisial (M) (26 Thn) WNI calon penumpang salah satu maskapai penerbangan tujuan Surabaya karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika golongan I jenis sabu dengan cara membawa kristal diduga narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 1.320 (seribu tiga ratus dua puluh) gram.

Menurut keterangan (M), diketahui bahwa sabu tersebut adalah milik AP (DPO) yang berada di Kecamatan Gondong Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh.

“Saudara AP sang (DPO) meminta saudara M untuk membawa ke Lombok melewati Batam transit di Surabaya. Saudara M mengambil sabu didaerah SPBU Tanjung Piayu dari orang suruhan saudara Ap (DPO) di Batam. Upah yang dijanjikan oleh sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta) rupiah dengan uang muka yang diterima sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rupiah),”kata Richard M Nainggolan, Kepada awak Media Kamis (23/4/2020) pada saat pemusnahan barang bukti di BNNP Kepri.

Dikatakannya lagi, Berdasarkan keterangan tersebut, maka tersangka barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.

“Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 1.220,25 (seribu dua ratus dua puluh koma dua puluh lima) gram dan sebanyak 99,75 (sembilan puluh sembilan koma tujuh puluh lima) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,”pungkasnya.

Kemudian, lanjut Richard, Pemilik barang AP (DPO) orang Aceh Utara Tersangka M mendapat upah Rp. 15.000.000 baru dibayarkan sebesar Rp.5.000.000 Tersangka M berperan sebagai kurir Dari hasil pemeriksaan narkotika diketahui tersangka M negatif,”terangnya.

Selanjutnya, untuk kasus kedua dari laporan Kasus Narkotika : LKN / 11 / III / 2020 / BNNP berawal pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2020 sekitar pukul 17.00 Wib petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi Narkotika golongan I jenis sabu yang dilakukan di sekitar perairan Pulau Putri, Nongsa Kota Batam.

“Dimana Narkotika golongan I jenis sabu tersebut akan dijemput oleh saudara R ke OPL kemudian akan dibawa menuju ke Palembang melalui perairan Kepri,”ujarnya.

Selanjutnya sekitar pukul 18.00 Wib Petugas BNNP Kepri menindaklanjuti Laporan tersebut dan sekitar pukul 22.00 Wib di sekitar perairan Pulau Putri, Nongsa Kota Batam Provinsi Kepri. Pada pukul 23.00 WIB Petugas BNNP Kepri berhasil mengamankan 1 (satu) orang laki-laki yg bernama R (35 Thn WNI) berdomisili di Tanjung Pinang karena diduga memiliki 5 (lima) bungkus teh Merk Guanyinwang yang dilapisi plastik bening berisi kristal diduga Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat brutto 5.308 (lima ribu tiga ratus delapan) gram yang disimpan di dalam tas warna biru merk The North Face.

Menurut keterangan saudara R, diketahui bahwa sabu tersebut adalah milik M(DPO) yang berada di Tanjungpinang. Saudara M(DPO) meminta saudara R untuk membawa ke Palembang melewati Batam. Upah yang dijanjikan oleh sebesar Rp.20.000.000 (lima belas juta) rupiah dengan uang muka yang diterima sebesar Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Berdasarkan keterangan tersebut, maka tersangka barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 5.129,21 (lima ribu seratus dua puluh sembilan koma dua puluh satu) gram dan sebanyak 172,79 (seratus tujuh puluh dua koma tujuh puluh sembilan) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Pemilik barang M (DPO) orang Tanjungpinang Tersangka R mendapat upah Rp. 20.000.000 baru dibayarkan sebesar Rp.500.000 Tersangka R baru pertama kali membawa sabu dari hasil pemeriksaan narkotika diketahui tersangka R negatif

Selanjutnya, Laporan Kasus Narkotika : LKN / 12 / IV / 2020 / BNNP
Pada hari Kamis tanggal 02 April 2020 sekitar pukul 15.00 Wib petugas BNNP Kepri mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi Narkotika Golongan I jenis Sabu yang dilakukan di sekitar perairan Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Prov. Kepri, yang mana Sabu tersebut akan dibawa oleh beberapa orang yang berasal dari OPL Malaysia menuju ke Surabaya melalui Perairan Kepulauan Riau.

Selanjutnya sekitar pukul 19.00 Wib petugas BNNP Kepri menindaklanjuti laporan tersebut dan Pada hari Jum’at tgl 03 April 2020 sekitar pukul 03.00 Wib, di sekitar perairan Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Prov. Kepri, Petugas BNNP Kepri menemukan ciri-ciri beberapa orang yang diinformasikan tersebut dan selanjutnya mengamankan 3 (tiga) orang laki-laki yg bernama E (31 Thn) WNI , C (30 Thn) WNI, dan M (33 Thn) WNI karena diduga memiliki 5 (lima) bungkus teh Cina Merk Guanyinwang dibalut lakban biru dan merah dilapisi

Plastik wrapping berisi kristal diduga Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat brutto 5.574 (lima ribu lima ratus tujuh puluh empat) gram dalam tas warna cokelat merek BIAO WANG. Selanjutnya Tersangka serta barang bukti dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 03 April 2020 sekitar pukul 15.00 Wib petugas BNNP Kepri melakukan pengembangan, berdasarkan keterangan dari E dan M bahwa yang menyuruh mereka mengambil sabu dari OPL dan akan dibawa ke Surabaya adalah saudara Y (28 Thn) WNI, sekira pukul 17.00 Wib Petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di seberang Pom Bensin Sekupang kemudian Petugas langsung mengamankan seorang laki-laki sesuai ciri-ciri yang bernama Y. Dari tersangka Y ditemukan dan disita barang bukti, senpi shotgun dan handphone.

Selanjutnya Tersangka dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,”ucapnya.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 5397,08 (lima ribu tiga ratus sembilan puluh tujuh koma delapan) gram dan sebanyak 176,92 (seratus tujuh puluh enam koma sembilan puluh dua) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,”sebutnya.

“3 tersangka (E, M, C) yang menjemput ke OPL dan membawa ke Surabaya diketahui bahwa upah yang dijanjikan sebesar RM 20000 (RM 4000 X 5 bungkus sabu), dimana tersangka C mendapat bagian sebesar RM 5000 dan sisanya untuk tersangka E, M, dan Y. Pemilik barang saudara Jo (DPO) WNA,”bebernya.

Tersangka C telah melakukan pekerjaan sebagai kurir sebanyak 2 kali sedangkan tersangka E, M dan Y baru pertama kali
Tujuan barang ke Surabaya dari hasil pemeriksaan narkotika diketahui tersangka E dan Y positif, sedangkan tersangka M dan C negatif.

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH