Pakai HP, Urutan Pelaksanaan Sebelum Sholat dan Bacaan Surat Sholat Idul Fitri Berjamaah di Rumah

243
Sambut Idul Fitri 2019 di Lapangan Engku Putri Batam

Urutan Pelaksanaan Sebelum Sholat dan Bacaan Surat Sholat Idul Fitri Berjamaah di Rumah

1. Berikut lafal bacaan takbir Idul Fitri yang diucapkan 3 kali:
-Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhi-l-hamd

2. Berikut lafal Takbir Zikir
-Allâhu akbar kabîran wal hamdu lillâhi katsîra wa subhânallâhi bukratan wa ashîla, lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâh, mukhlishîna lahuddîna wa law karihal kâfirun, lâ ilâha illallâhu wahdahu shadaqa wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazama al-ahzâba wahdahu, lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar”

3. Niat Sholat Idul Fitri
-USHOLLI RAK’ATAINI SUNNATAN LI’IDIL FITRI (MA’MUMAN/IMAMAN) LILLAHI TA’ALA

4. Bacaan Takbir 7x dan 5x
-SUBHANA ALLAHI WAL HAMDU LILLAHI WALAA ILAHA ILLA ALLAH,WALLAHU AKBAR

5. Alfatiah

6. Rakaat 1 Bacaan Surah Al-A’la (latin).
-sabbiḥisma rabbikal-a’lā
-allażī khalaqa fa sawwā
-wallażī qaddara fa hadā
-wallażī akhrajal-mar’ā
-fa ja’alahụ guṡā`an aḥwā
-sanuqri`uka fa lā tansā
-illā mā syā`allāh, innahụ ya’lamul-jahra wa mā yakhfā
-wa nuyassiruka lil-yusrā
-fa żakkir in nafa’atiż-żikrā
-sayażżakkaru may yakhsyā
-wa yatajannabuhal-asyqā
-allażī yaṣlan-nāral-kubrā
-ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
-qad aflaḥa man tazakkā
-wa żakarasma rabbihī fa ṣallā
-bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā
-wal-ākhiratu khairuw wa abqā
-inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā
-ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā.(*)

7. Rakaat 2 Bacaan Surah Al-Ghasyiyah.(latin)
-hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah
-wujụhuy yauma`iżin khāsyi’ah
-āmilatun nāṣibah
-taṣlā nāran ḥāmiyah
-tusqā min ‘ainin āniyah
-laisa lahum ṭa’āmun illā min ḍarī’
-lā yusminu wa lā yugnī min jụ’
-wujụhuy yauma`iżin nā’imah
-isa’yihā rāḍiyah
-jannatin ‘āliyah
-lā tasma’u fīhā lāgiyah
-fīhā ‘ainun jāriyah
-fīhā sururum marfụ’ah
-wa akwābum mauḍụ’ah
-wa namāriqu maṣfụfah
-wa zarābiyyu mabṡụṡah
-a fa lā yanẓurụna ilal-ibili kaifa khuliqat
-wa ilas-samā`i kaifa rufi’at
-wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat
-wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat
-fa żakkir, innamā anta mużakkir
-lasta ‘alaihim bimuṣaiṭir
-illā man tawallā wa kafar
-fa yu’ażżibuhullāhul-‘ażābal-akbar inna ilainā iyābahum
-ṡumma inna ‘alainā ḥisābahum.

8. Mengikuti Khutbah Idul Fitri
Setelah salam, para jamaah dianjurkan untuk mengikuti khutbah idul fitri. Hal ini menambahkan kesempurnaan pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Selain itu, mendengarkan khutbah merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah di saat kembali bersih. Adapun bagi khatib disunnahkan memulai khutbah pertamanya dengan takbir sembilan kali. Sedangkan di khutbah kedua meulai dengan takbir tujuh kali.

Ulasan mengenai tata cara dan bacaan sholat idul fitri ini didapatkan dari beberapa sumber seperti nu.or.id.

Imam Boleh Baca Ayat pakai HP

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui Komisi Fatwa mengeluarkan fatwa terbaru, terkait hukum melihat mushaf Al-Qur’an saat sedang shalat. Dikutip dari indopolitika.com Fatwa ini merujuk pada beberapa pendapat ulama masyhur seperti Imam Syafii, Iman Malik, Ibnu Qudamah serta saran dan masukan pada rapat Pleno MUI beberapa waktu lalu.

Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin menerangkan hukum melihat mushaf Alquran saat salat tidak membatalkan sholat. Hal ini sepanjang tidak mengganggu kekhusyu’an dan tidak melakukan gerakan yang membatalkan sholat.

“Untuk menjaga kekhusyu’an sholat maka imam salat diutamakan membaca ayat Alquran bil ghaib (dengan hafalan, tanpa melihat mushaf),” ujarnya.

Sebab itu, lanjut dia, Komisi Fatwa MUI merekomendasi orang yang akan menjadi imam sholat harus memahami ketentuan fikih sholat, menjaga kekhusyu’an, dan memperhatikan kondisi makmun.

Selain itu, bagi seorang imam salat fardu untuk tidak memanjangkan bacaan ayat Alquran, terlebih jika kondisi makmum beragam.

“Bagi pengurus takmir masjid untuk memilih imam rawatib dengan pemahaman keagamaan yang baik, hafalan yang baik dan bacaan yang mujuwwad,” ucapnya.

Yaitu, pertama, MUI merekomendasikan orang yang akan menjadi imam shalat harus memahami ketentuan fikih shalat, menjaga kekhusyu’an, dan memperhatikan kondisi makmum.

Lalu bagaimana jika baca Alquran lewat gawai atau HP?

Ketua MUI KH Muhyiddin Junaidi membolehkan salat sambil melihat mushaf Alquran yang terdapat di gawai atau Gadget.

“Jadi salat sambil memegang gadget yang terdapat tulisan Alquran diperbolehkan. Namun harus dipastikan bahwa baterai gadget tersebut tidak lemah,” ucap Muhyiddin.

Ia menambahkan saat ruku sholat maka mushaf Alquran dimasukkan ke saku, atau mushaf Alquran tersebut bisa ditempatkan di depan, agak menyamping ke kiri atau ke kanan yang penting masih terbaca oleh mereka salat yang membaca mushaf Alquran, atau ditempatkan monitor mushaf Alquran.(*)

Sumber : nu.or.id/tirto.id/indopolitika/
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND