Bongkar Solar Diesel 20 Ton Malam Hari, BC Karimun Amankan Kapal Singapura dan Indonesia

221

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Tim kapal patroli Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khusus Kepulauan Riau (Kepri), bersama dengan Bea Cukai Batam, pada Rabu (6/5/2020) silam, berhasil mencegah dua kapal yang diduga melakukan bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal, di perairan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Tim kapal patroli BC berhasil menegah transaksi pindah muat barang berupa solar High Speed Diesel (HSD) sejumlah 20 ton dengan Nilai Barang sebesar Rp. 249.860.877,” terang Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khusus Kepri, Agus Yulianto, Kamis (4/6/2020).

Pria yang pernah menjabat sebagai Kakanwil BC Aceh ini menyebut, bongkar muat dilakukan pada sarana pengangkut TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura ke KM Samudera berbendera Indonesia, dengan barang impor di luar kawasan Kepabeanan, tanpa dilengkapi dengan surat izin kepala kantor Pabean.

“Tindakan ilegal penyelundupan BBM tersebut, terungkap bermula dari kecurigaan gabungan kapal BC yang sedang melaksanakan patroli, mengetahui adanya dua kapal yang mencurigakan tersebut,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pengawasan dan pengintaian, kata Agus kedua kapal TB Pioner Conqueror dan KM Samudera tersebut hendak memindahkan muatan jenis solar di malam hari, dengan sigap kapal patrori DJBC Khusus Kepri bekerja sama dengan Bea Cukai Batam merapat dan melakukan penegahan.

“Sebanyak 20 ton solar HSD yang berusaha di pindah (transfer), dari TB Pioner Conqueror berbendera Singapura ke kapal kayu KM Samudera berbendera Indonesia,” paparnya.

Dirinya menyebut, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap muatan bbm ilegal tersebut, sarana pengangkut TB Pioner Conqueror dan KM Samudera selanjutnya dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Kepri.

“Tindakan ilegal tersebut telah melanggar Undang-undang 17 tahun 2006, perubahan atas undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabean pasal 102 huruf f, sehingga menimbulkan potensi kerugian negara mencapai Rp. 31.232.609,” ungkapnya.

Kasus tersebut, ujar Agus hingga saat ini masih dalam proses penyidikan, terkait dugaan tindak pidana di bidang kepabean.

“Karena melakukan aktivitas bongkar muat barang impor diluar kawasan pabean tanpa dilindungi dengan dokumen Kepabeanan,” terang Agus.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND