Program Podasilau Satpolair Karimun Dirikan Rumah Belajar di Desa Nelayan Pongkar

61

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Guna mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mencerdaskan anak bangsa, melalui program Binmas Perairan, Sat Polair Polres Karimun, Polda Kepri melaksanakan kegiatan Polair cerdaskan anak pesisir dan pulau, di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (3/6/2020).

Pada pelaksanaan kegiatan yang di pimpinan langsung oleh Kasat Polair Iptu Sabar Binsar Samosir, dengan menggunakan Kapal Patroli XXXI-30-1002, serta jumlah personel yang dilibatkan sebanyak sepuluh orang anggota, disambut antusias oleh warga sekitar.

Hal ini yang menjadi atensi dan perhatian khusus bagi Satpolair Polres Karimun untuk memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan, guna mencerdaskan anak bangsa. Sehingga Polairud berencana akan mendirikan rumah belajar anak pesisir dan pantai bagi warga di sekitar, sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat diwilayah Kabupaten Karimun.

“Dengan sarana dan pasarana yang memadai, salah satunya ditunjang oleh kapal patroli, lebih diperuntukkan bagi masyarakat pesisir yang tinggal di pulau-pulau yang tidak dapat dijangkau oleh akses transportasi darat,” terang Kasat Polair Polres Karimun Iptu Sabar Binsar Samosir.

Dengan adanya program Polair cerdaskan anak pesisir dan pulau (Podasilau), kata Binsar dilaksanakan secara langsung sekaligus tepat sasaran kepada masyarakat Karimun Anak, Desa Pongkar, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

“Melalui program Podasilau ini, yang digagas oleh Kasat polairud Polres Karimun, terkandung maksud agar para anak-anak pesisir pantai yang wilayahnya terisolasi dan memiliki keterbatasan akses belajar, dapat merasakan pendidikan yang paling dasar, sebelum masuk ke jenjang sekolah SD,” imbuhnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Dengan demikian, kata Binsar hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar dari anak-anak pesisir dan pulau di wilayah perbatasan. Dengan materi pengajaran yang di lakukan yaitu dengan memberikan edukasi belajar melalui berhitung, pengenalan terhadap huruf dan angka, serta benda-benda yang terdapat pada gambar.

“Tentunya hal ini di lakukan agar anak-anak yang tinggal di tempat terisolasi tersebut tidak tertinggal dengan anak-anak lainnya, dalam hal pertumbuhan pengetahuan dan pendidikan, karena di lokasi tempat tinggal mereka, sama sekali tidak ada sekolah maupun tempat belajar,” paparnya.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI