Menghadapi New Normal, UMKM Muncul Sebagai Hero Pemulihan Ekonomi Indonesia

204

WARTAKEPRI.co.id – Ketua Umum Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU), Yoyok Pitoyo meminta seluruh UMKM di Indonesia untuk tetap optimis dalam menghadapi era new normal pandemi Covid-19 ini.

Sejarah mencatat, saat krisis ekonomi pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998 atau 2007, UMKM muncul sebagai hero dalam pemulihan ekonomi Indonesia saat itu.

“Belajar pada sejarah krisis ekonomi yang pernah terjadi di Indonesia, UMKM tampil sebagai ‘pahlawan’ pemulihan ekonomi nasional,” ujar Yoyok saat kegiatan Halal Bihalal Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU) secara daring yang telah diselenggarakan pada tanggal 1 Juni 2020 pukul 13.00 – 17.00 WIB.

Halal Mart HNI
Produk Lokal Indonesia

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 300 anggota dari seluruh Indonesia melalu aplikasi zoom dan juga kanal YouTube TV KOPITU ini, dikemas dalam bentuk acara diskusi online bertajuk Halal Bihalal dan Diskusi Online Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM di Era Tatanan New Normal Pandemi Covid-19.

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Drs. Teten Masduki.

Tampil sebagai pembicara yaitu Supari, (Direktur Bisnis Mikro Bank BRI), Yustinus Prastowo. (Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis), Ir. Rs. Hanung Harimba Rachman, (Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RI), serta Dr. Enny Sri Hartati (ekonom senior, direktur Institute for Development of Economic and Finance – INDEF).
Sedangkan bertindak sebagai moderator Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo, S.E.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Jalannya diskusi berlangsung dengan sangat menarik dan interaktif.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM RI memberikan semangat dan motivasi kepada para anggota KOPITU dan semua yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, UMKM Indonesia mampu untuk bangkit dan menghadapi new normal Pandemi Covid-19.
Apalagi, pemerintah memberikan dukungan penuh kepada UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Bagi UMKM, dengan penekanan pada reaktivasi usaha, yang tentunya agar dapat berjalan dengan baik akan dilaksanakan secara sinergi dengan para stakeholder, baik dari perbankan maupun penyedia pasar (marketplace) dan bahan baku, serta organisasi UMKM, seperti KOPITU; untuk penerapan program PEN ini supaya tepat sasaran,” ujarnya.

Program PEN ini jelasnya juga sebagai momentum untuk UMKM dapat bertransformasi terutama dalam hal kualitas dan kuantitas produk.

Demikian juga dengan metode penjualan yang tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga sudah menggunakan cara penjualan online baik melalui marketplace atau website; sehingga dapat menembus pasar internasional.

Bentuk pelaksanaan program-program yang berada di bawah naungan Program PEN ini dipaparkan oleh para pembicara juga mampu memberikan informasi tentang tata cara dan sistem atau prosedur yang dapat diikuti oleh UMKM untuk bisa survive dalam era new normal ini dan meningkatkan income UMKM itu sendiri.

Lebih lanjut, Yoyok Pitoyo yakin dan optimis UMKM Indonesia, terutama para anggota KOPITU, siap untuk menghadapi new normal pandemi Covid-19.

“Dengan adanya dukungan dari Pemerintah dan sinergitas KOPITU dengan Pemerintah dan para stakeholders serta mitra KOPITU, dalam melakukan langkah-langkah konkrit yang merupakan implementasi dari Program PEN; dan kembali menjadi penyelamat perekonomian nasional dalam Armageddon Covid-19 saat ini,” pungkasnya. (Hms)

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI