Komisi IV DPRD Batam Sentil Soal Jenazah Pasien PDP yang Bisa Diambil Paksa di RSBP Batam

937
Ides Madri Anggota DPRD Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Komisi IV DPRD Batam melakukan pertemuan rapat dengan pendapat (RDP) dengan dinas kesehatan Batam, RSBP Batam dan RS Harapan Bunda.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri menyebut bahwa pada pertemuan ini ada beberapa hal yang perlu dibahas yakni mendengar perkembangan Covid-19 dan pengambilan paksa jenazah pasien, berapa saja yang PDP, OTG meninggal semua sudah kita terima datanya.

“Kemudian, terkait jenazah yang ada di RS BP Batam juga ini menjadi pembahasan dalam pertemuan, pasalnya beberapa waktu lalu warga mengambil paksa jenazah untuk dibawa pulang yang berada di RS BP Batam,”terang Ides Madri Selasa (16/6/2020) diruangan komisi IV DPRD Batam.

Honda Capella

Menurutnya, memang situasi kemarin yang mana pasien PDP itu meninggal sementara status nya belum keluar. Seharusnya dari aturan WHO pemakaman pasien PDP yang meninggal, harus sesuai dengan protokol kesehatan. Namun yang menjadi pertanyaan kita adanya negosiasi dengan biaya 12 juta untuk biaya selama ini tentu sangat disayangkan.

“Nah inilah yang kita takutkan adanya isu yang negatif lagi. Kedepan semua pasien PDP misalnya maninggal kita harap semua pasien PDP yang meninggal tetap ditunggu dulu sampai tes swabnya dikeluarkan.

“Setelah swab keluar, kalau negatif maka bisa dibawa pulang, namun jika itu positif maka akan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,”tegas Ides.

Namun kita juga tanyakan masalah biaya, kalau dia sudah masuk PDP positif meninggal itu tidak dibebani lagi dan akan ditanggung pemerintah. Akan tetapi jika tidak mau menunggu, maka jenazah akan dilakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan Covid,”ulasnya.

“Jadi, sekali kita harap ini tidak lagi terjadi cukup ini saja, jangan sampai kejadian terulang. Rumah Sakit semua di Batam jangan sampai kejadian serupa,”tutupnya.(*)

Tulisan: Taufik Chaniago

FANINDO