Kadin Kepri Siap Bergandengan dengan Pemko Pemkab Untuk Sukseskan Program BBK dan Majukan UMKM

342
Kadin Kepri Siap Bergandengan dengan Pemko Pemkab Untuk Sukseskan Program BBK dan Majukan UMKM

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau terus melakukan berbagai gebrakan untuk membantu pemerintah memulihkan perekonomian Kepri yang lesu akibat terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya melalui program Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) Murah, yang telah diluncurkan 11 Mei 2020 lalu.

Ma’ruf menjelaskan progres dari BBK Murah dari Kadin Kepri sudah menyiapkan lahan seluas 30 hektar yang tersebar di BBK. Lahan tersebut cleen and clear secara legalitas maupun administrasi. Investor yang datang tinggal menggunakannya tanpa harus direpotkan soal perizinan legalitas dan lainnya.

Ma’ruf menjelaskan, sejak diluncurkan di Kantor Kadin Batam 11 Mei 2020 lalu, sudah ada 11 perusahaan asal Amerika yang akan keluar dari Tiongkok yang menyatakan bersedia masuk ke Kepri dan akan memanfaatkan program BBK Murah yang ditawarkan Kadin Kepri. Kalau kondisi Covid-19 membaik Kadin Kepri akan ke Amerika bertemu dengan pihak perusahaan yang akan keluar dari Tiongkok itu.

Sejumlah perusahaan dari Jepang juga sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di BBK. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para calon investor. Bahkan, tak menutup kemungkinan perusahaan dari negara lain juga masuk ke Kepri memanfaatkan program BBK Murah tersebut.

Kadin Kepri sudah melaporkan program ini ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Responnya bagus, mendapat apresiasi dan dukungan. Ini pertama di Indonesia sehingga bakal jadi percontohan untuk daerah lainnya. Apalagi mendapatkan respon positif dari Presiden.

Untuk itu, Ma’ruf meminta kepala daerah di BBK, untuk memberikan juga kemudahan pengurusan izin usaha pada investor yang masuk. Kadin sudah menggratiskan sewa lahan selama lima tahun pertama, maka akan semakin tertarik investor datang ke BBK jika semua perizinan usaha, ketenagakerjaan, termasuk tenaga kerja asing (TKA) diberi kemudahan.

Tak hanya itu, hendaknya pemda maupun pelaku usaha lainnya juga memberikan kemudahan-kemudahan lain, seperti memberikan insentif pajak, menurunkan biaya logistik, dan biaya-biaya lain yang selama ini membebani investor, serta beragam relaksasi lainnya.

Soal besaran nilai investasi 11 perusahaan Amerika yang menyatakan minatnya masuk ke BBK? Ma’ruf mengatakan, tahap awal nilai investasi masing-masing kurang lebih 50 juta dolar AS. Estimasi awal, jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencai 2.000 orang.

Kadin siap bersaing dengan Vietnam. “Kita tawarkan lebih dari yang ditawarkan Vietnam. Contohnya sewa lahan, Vietnam free 2 tahun, kita kasi free 5 tahun. Sepanjang hal yang diminta dalam kendali Kadin, bisa kita beri lebih,” ungkap Ma’ruf.

Peran Bersama Pemda dan Kadin Kepri

Ditambahkan Maruf, program BBK akan semakin tersosialisasi juga harus didukung penuh pemerintah daerah. Dimana Pemda memberikan kemudahan perizinan usaha, ketenagakerjaan, dan beragam insentif lainnya. Selain itu, Kadin Kepri juga meminta Pemda meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar perekonomian Kepri berputar lebih kencang.

Hal ini bisa dilakukan bersamaan dengan upaya Kadin menarik investor sebanyak mungkin ke BBK. Sehingga begitu investor masuk, sektor usaha lainnya sudah siap. Bahkan, beberapa usaha supporting industri, juga bisa digerakkan dari sekarang.

Ma’ruf mencontohkan, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara maju lainnya selalu memberdayakan kearifan lokal. Pemda di BBK juga bisa melakukan itu. Pemda bisa mengoptimalkan UMKK agar ekonomi berputar kencang.

Ekonomi bisa diberdayakan. Mereka yang kekurangan modal bisa dibantu permodalan, khususnya mereka yang selama ini terdampak Covid-19. Paling tidak, membantu mereka bisa mendapatkan akses ke lembaga keuangan seperti perbankan, agar usaha mereka bisa bangkit lagi.

Untuk itu, Pemda di BBK dari sekarang sebaiknya melakukan pemetaan ekonomi kerakyataan dengan membuat klaster-klaster usaha. Baik berdasarkan jenis usaha, maupun parameter lainnya. Kadin siap bergandeng tangan dengan Pemko/Pemkab di BBK bisa menggerakkan ekonomi lebih masif lagi.

Ma’ruf yakin, jika investor banyak yang masuk, ditambah ekonomi kerakyatan bergerak masif, maka pemulihan ekonomi Kepri, khususnya di BBK akan bisa lebih cepat lagi. Bahkan, sektor ekonomi lainnya juga dengan sendirinya akan bergerak, seperti sektor pariwisata.

“Kadin sudah memberi solusi untuk menyelamatkan ekonomi Kepri. Saya berharap kepada kepala daerah maupun calon-calon kepala daerah jika terpilih nanti, tolong ekonomi kerakyatan diperhatikan,” pinta Maruf seperti dilansir batampos.(*)

Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND