Kronologi Aksi Penikaman Dua Kakak-Adik di Jodoh Batam, Rudi Minta Keluarga Tak Main Hakim Sendiri

662
Kronologi Aksi Penikaman Dua Kakak-Adik di Jodoh Batam, Rudi Keluarga Tak Main Hakim Sendiri
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Walikota Batam Muhammad Rudi bezuk korban penikaman di Taman Jodoh ke Rumah Sakit Budi Kemulian Kamis (3/9/2020). Kasus penganiayaan yang terjadi di depan Hotel Grand Majesty Jodoh pada 28 Agustus 2020. Korban dua orang kakak beradik Nofis Saputra dan Ade Guslian kini menjalani perawatan dan mendapat kan beberapa jahitan di RS Budi Kemulian Seraya.

Mendengar kabar tentang kasus penikaman ini, Rudi selaku Walikota Batam siang tadi langsung datang ke RS Budi Kemulian untuk memberikan suport kepada korban dan pihak keluarga. Rudi pun berpesan untuk ciptakan situasi damai dan tentram di Batam. Rudi akan mendorong pihak kepolisian agar para pelaku segera dapat bisa di proses secara hukum yang berlaku.Harapan saya jangan sampai ada terjadi main hakim sendiri.

Kronologi Aksi Penikaman Dua Kakak-Adik di Jodoh Batam, Rudi Minta Keluarga Tak Main Hakim Sendiri

Kronologi Kejadian

Kejadian penganiayaan dan penikaman yang terjadi pada Jumat pagi jam 02.00 WIB, menghebohkan warga dan pedagang di seputaran Taman jodoh. Karena kejadian penikaman itu tidak jauh dari warung korban berjualan.

Menurut JH salah seorang warga di TKP, kasus ini berawal dari salah seorang pelaku mau menumpang cas hp di warung korban. Kebetulan malam itu colokan yang ada di warung tersebut lagi full di pakai. Lalu pelaku pergi ke salah satu warung pedagang yang berjarak beberapa meter dari warung korban untuk menumpang cas hp pelaku.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

” Beberapa saat kemudian si pelaku kembali lagi ke warung korban sambil meracau dan mengeluarkan kata ancaman akan merusak warung korban dengan cara memecahkan etalase yang ada di dalam warung tersebut,” ujar JH ke pada awak media.

Sewaktu si pelaku mengeluarkan ancaman akan memecahkan etalase di warungnya. Korban ade mendatangi pelaku mempertanyakan ancaman yang dilontarkan pelaku tersebut. “Ada apa bangkok abang ngancam ngancam begitu,” ujar korban kepada pelaku.

Tanpa menjawab tanya si korban, si pelaku langsung mencabut senjata berbentuk sebilah pisau dan langsung menikam kan ke tubuh korban ade sebanyak satu kali di dada sebelah kiri korban.

Korban ade sempat berteriak kalau dia kena tikam sebelum sebelum tubuh nya jatuh terkulai. Teriakan korban sempat di dengar oleh saudara nya Nofis. Mendengar teriakan ade saudara kandung nya tumbang, korban Nofis langsung mengejar dan memeluk korban ade.

Sewaktu korban nofis memeluk korban ade tiba tiba pelaku menghujam kan senjata nya ke punggung korban nofis dan nofis pun terkapar d TKP. Selesai melakukan penikaman pelaku langsung kabur ke ujung taman arah Ramayana ujar salah seorang pedagang yang tidak mau di publikasikan namanya.

Ke dua korban kakak beradik Kasus penganiayaan dan penikamakaman tersebut sekarang di rawat di Rs budi kemuliaan dan yg satu di rujuk ke Rs Harapan Bunda seraya.

“Kasus ini sudah dalam penanganan Polsek Batu Ampar ujar pedagang tersebut-Wali Kota Batam Muhammad Rudi Bezuk korban penikaman di Taman jodoh ke Rumah Sakit Budi Kemulian¬†Rabu (3/9/2020).(*)

Kiriman : Zulfahmi

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN