Mengenal PT Moya Holdings Asia Limited, Perusahaan yang Dipercaya BP Batam Melayani Air Bersih di Kota Batam

715
Fasilitas air bersih di Batam yang dikelola PT ATB Batam

WARTAKEPRI.co.id – PT Moya Holdings Asia Limited diinformsikan telah mengembangkan lima perusahaan pengelolaan air swasta di Indonesia. Lima Perusahaan air swasta ini antara lain, PT Moya Tangerang, PT Moya Bekasi, PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang dan PT Autico Air Indonesia.

Kelima perusahaan ini bergerak dalam penyaluran kebutuhan air bersih untuk aspek industri, baik komersial maupun non komersial.

Dikutip dari kontan.co.id, Juni 2018 lalu, Chief Executive Officer Acuatico Pte. Lt, Ivy Santoso menjelakan Moya itu adalah perusahaan induk. Jadi Moya Holding itu tercatat di Singapura. Moya holding juga memiliki Moya Indonesia yang juga masih perusahaan induk, tapi sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Kemudian melalui induk ini, Moya memiliki 5 perusahaan lagi

Kehadiran Moya di Indonesia juga disambut baik. Pasalnya Indonesia sempat mengalami krisis air bersih beberapa waktu lalu. Kehadiran perusahaan ini jelas membawa angin segar akan adanya perubahan-perubahan dalam hal kemajuan sumber daya, pengelolaan dan pendistribusian air bersih.

Sejak kehadiran PT Moya Indonesia, banyak perusahaan industry dan masyarakat merasa terbantu akan kebutuhan air bersih. Hingga kini konsumen air swasta ini jumlahnya terus meningkat.

Sementara itu, Dalam konfrensi pers yang digelar Senin (7/9/2020) di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Duriangkang, pihak Adhya Tirta Batam (ATB) secara mengejutkan, mengumumkan siapa pengganti mereka, dalam mengelola air bersih di Batam.

Presiden Direktur ATB, Ir Benny Andrianto MM, menjelaskan, selama masa transisi, ia mendapat informasi kalau yang akan mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam adalah PT Moya Indonesia.

ATB sendiri sebenarnya 1 dari 4 perusahaan pengelola air yang diundang oleh BP Batam pada 12 Agustus 2020 lalu. Keempatnya adalah PT Moya Indonesia, PT PT Pembangunan Perumahan (PP) Infrastruktur, PT Suez Water Treatment Indonesia dan PT ATB.

ATB Surati KPPU

Dalam rilis sebelumnya, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) menyurati Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), terkait dugaan praktek persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan oleh BP Batam, dalam proses lelang Pemilihan Mitra Kerjasama Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

Laporan tersebut dilayangkan oleh ATB kepada KPPU pada Kamis (3/9/2020). Dalam suratnya, ATB meminta KPPU membatalkan proses lelang Pemilihan Mitra Kerjasama Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi SPAM Batam, dan memberikan peringatan kepada BP Batam agar mematuhi peraturan perundangan yang berlaku.

“Kuat dugaan BP Batam telah melanggar UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Seperti diketahui, masa konsesi pengelolaan air antara BP Batam dan ATB akan berakhir pada 14 November 2020 mendatang. Namun, BP Batam belum siap untuk mengambil alih pengoperasian seperti rencana awal.

Oleh karena itu, BP Batam telah memulai proses lelang Pemilihan Mitra Kerjasama Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi SPAM Batam dengan mengundang 4 kontraktor. Diantaranya PT Pembangunan Perumahan (PP) Infrastruktur; PT Moya Indonesia; PT Suez Water Treatment Indonesia; dan PT. Adhya Tirta Batam (ATB).(*)

Sumber : kontan/atb
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND