Soft Opening Tempat Penimbunan Sementara, Bupati Karimun Sebut Soal Cost Cutting

251

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Pengelolaan Pelabuhan Kargo di PT. Karya Karimun Mandiri (KKM), yang terletak di wilayah Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak, di Kabupaten Karimun, bekerja sama dengan beberapa Mitra Usaha dan Mitra Kerja, akhirnya menggelar Soft Opening Tempat Penimbunan Sementara (TPS), pada Jumat (25/9/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun, beberapa perwakilan Mitra Usaha dan Mitra Kerja, serta tamu undangan lainnya dengan  mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Seusai pengguntingan pita secara simbolis, Aunur Rafiq mengungkapkan harapannya untuk Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak ini agar menjadi sarana infrastruktur yang lebih baik lengkap, sehingga nantinya untuk kegiatan ekspor maupun impor akan dipusatkan pada pelabuhan tersebut.

“Dengan harapan tentunya setelah 20 tahun Kabupaten Karimun ini, dimana pelabuhan bongkar muat masih berada di Taman Bunga, Kecamatan Karimun, yang menyatu dengan Pelabuhan Internasional dan juga Pelabuhan Domestik, tentunya kita rasakan sangat padat,” terang Rafiq.

Oleh karena itu, khusus untuk Pelabuhan Internasional dan Pelabuhan Domestik pada saat-saat tertentu, akan digunakan sebagai tempat penumpukan barang-barang kargo sehingga kemungkinan akan adanya antrian yang cukup lama dan panjang.

“Begitu juga disebalahnya, terdapat aktifitas bongkar muat secara bergantian yang memakan waktu antrian cukup lama, sehingga dengan di alihkannya ke wilayah Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak tersebut, dengan sarana dan prasarana yang memadai,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Rafiq perlunya dukungan dan kerjasama yang baik, antara PT. Karya karimun Mandiri (KKM), dengan instansi terkait lainnya seperti, Bea dan Cukai, KSOP, kantor Karantina, bahkan Pelindo.

“Dengan adanya perpindahan ini, akan menimbulkan menurunnya pendapatan-pendapatan yang diberikan kepada pusat, sehingga dapat di musyawarahkan (didudukkan), sehingga kontribusi dapat di bagikan sama rata, mana yang untuk kita didaerah ini, dan mana yang untuk pusat, kita akan atur sedemikian rupa, sehingga semuanya sama rata untuk kepentingan negara dan rakyat,” tegas Rafiq.

Rafiq menampik, kalau Pemerintah Daerah sendiri tidaklah semata-mata berorientasi kepada keuntungan saja, akan tetapi lebih kepada pelayanan. Karena Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak cukup luas, yaitu 1000 meter persegi, dibandingkan dengan Pelabuhan yang berada di Taman Bunga.

“Ini tentunya sangat representatif, dan untuk efeknya juga akan meningkatkan perekonomian kedepannya,” harap Rafiq.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah Kepelabuhanan (BUP) Kabupaten Karimun, M. Syahrizal menjelaskan, instansi terkait menginginkan kegiatan ekspor dan impor itu dilakukan pada satu titik ataupun tempat.

“Dalam hal pengawasan dan pengontrolan dapat dilakukan seoptimal mungkin, serta dukungan dan kerjasama dari para pelaku pasar, sehingga untuk izin usahanya diharapkan segera dikeluarkan,” pintanya.

Karena, ungkap Syahrizal tidak untuk merugikan atau menghambat pihak-pihak tertentu, justru pihaknya berharap untuk bersinergi bagi para pelaku usaha, instansi, pengusaha, serta operator untuk dapat bekerjasama dengan baik.

“Karena sangat disayangkan Kabupaten karimun sendiri, merupakan kawasan hiterland yang sangat startegis sebagai wilayah terluar (teras utama), yang berbatasan langusng dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura,” ungkapnya.

Padahal menurut Syahrizal, pihaknya dapat melakukan kegiatan ekspor maupun impor secara langsung, dengan jarak waktu tempuh hanya beberapa mil saja. Dan apabila dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan besar, ini akan menimbulkan cutting cost cargo.

“Tujuan dari cost cutting sendiri untuk menghemat biaya dalam rangka menjaga keuangan perusahaan, dimana pemangkasan biaya (cost cutting) guna menjaga bisnis agar tetap beroperasi melalui periode ekonomi yang sulit, terlebih pada kondisi saat ini,” tandasnya.

Kedepannya, Syahrizal menyatakan pihaknya akan melengkapi sarana dan prasarana lainnya. Salah satunya fasilitas dermaga berupa crane.

“Saat ini Pelabuhan kargo dan Roro saat ini mampu menyandarkan kapal berkapasitas 6000 gross tonnage (GT), sehingga dengan upaya-upaya ini tentunya akan dilakukan peningkatan kembali,” imbuhnya.

 

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN