Pengaruh Kesehatan Terumbu Karang di Perairan Bintan Terhadap Keanekaragaman Spesies Ikan Karang

207
Desi Nurlianti Mahasiswi Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Harris Day Batam

Kita sudah mengetahui bahwa terumbu karang yang sehat akan mempunyai keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Terumbu karang yang sehat ini merupakan rumah atau tempat tinggal berbagai biota laut terutama spesies ikan karang. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang kompleks dan khas di daerah tropis.

Ekosistem terumbu karang ini hadir dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, baik itu keanekaragaman jenis biota karang sebagai penyusun utama ekosistem maupun keanekaragaman biota laut yang lain. Keanekaragaman ekosistem ini dapat dikenali melalui pengamatan terhadap lingkungan fisik, dimana lingkungan fisik yang berbeda melahirkan komunitas kehidupan yang berbeda.

Keanekaragaman spesies ikan karang yang mendiami terumbu karang menjadi indikator penting untuk mengetahui kesehatan terumbu karang. Ikan karang merupakan biota yang sangat erat hubungannya dengan terumbu karang, oleh karena itu kelimpahan ikan karang sangat tergantung dengan kondisi terumbu karang. Jika terumbu karang mengalami penurunan maka kelimpahan ikan karang pun akan cenderung menurun. Ikan-ikan karang ini memiliki warna yang cerah dan mempunyai ciri khusus yang dapat membantu kita dalam mengidentifikasinya.

Ikan karang di kelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu, kelompok ikan target merupakan ikan karang yang mempunyai manfaat sebagai ikan konsumsi, seperti kelompok ikan Famili Serranidae, Lutjanidae, Haemulidae dan Lethrinidae. Kelompok ikan indikator, yaitu kelompok ikan karang yang dinyatakan sebagai indikator kelangsungan hidup terumbu karang.

Hanya 1 famili yang termasuk jenis kelompok ikan indikator, yaitu ikan dari famili Chaetodontidae. Kelompok ikan utama (mayor), yaitu ikan yang berperan dalam rantai makanan, seperti ikan dari famili Pomacentridae, Scaridae, Acanthuridae, Caesionidae, Labridae, Siganidae, Mullidae dan Apogonidae.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Dalam suatu ekosistem terumbu karang terdapat kelimpahan, keanekaragaman ikan-ikan karang yang menyusun suatu kegiatan pemangsaan, persaingan dan membentuk interaksi. Interaksi ikan karang dengan keanekaragaman habitat laut bisa dalam bentuk interaksi langsung sebagai tempat berlindung dari predator atau pemangsa terutama bagi ikan-ikan kecil, tempat mencari makanan, serta interaksi tidak langsung sebagai akibat dari struktur karang dan kondisi hidrologi dan sedimen.

Berdasarkan data penelitian Febrizal (2013) yang dilakukan di perairan Kabupaten Bintan di wilayah Perairan Kecamatan Gunung Kijang (pantai Trikora) dan Pulau Mapur mengungkapkan bahwa di daerah ini terdapat 51 spesies ikan karang dengan 14 family antaranya Apogonidae (keluarga ikan kecil, dengan sebagian besar spesies kurang dari 10 cm, berwarna cerah dan penghuni terumbu karang), Caesonidae (keluarga ikan ekor kuning).

Ada Chaetodontidae (keluarga ikan kupu-kupu dengan tubuh bewarna cerah), Halocentridae (keluarga ikan bersirip sinar), Labridae (keluarga ikan pelagi yang mana seluruh tubuhnya dipenuhi banyak warna), Lutjanidae (keluarga ikan kakap), Nemipteridae (keluarga ikan bermata besar), Pempheeridae (keluarga ikan sepat), Pomancanthidae (keluarga ikan bidadari laut), Pomacentridae (keluarga ikan berseri pari), Gobiidae (keluarga ikan gobi), Scaridae (keluarga ikan kakak tua), Serranidae (keluarga kerapu) dan Siganidae (keluarga ikan yang disebut dengan rabbitfish).

Sedangkan dari hasil penelitian kondisi terumbu karang di perairan Kabupaten Bintan secara umum termasuk dalam kondisi sedang sedangkan di wilayah Pulau Mapur berada dalam kondisi sedang hingga baik sekali dengan kisaran diantar dua lokasi yaitu 34,69% hingga 99,84%.

Kondisi Perairan perairan pada ekosistem terumbu karang di Kecamatan Gunung Kijang (pantai Trikora) dan Pulau Mapur masih mendukung untuk kehidupan terumbu karang dan ikan karang. Namun saat ini di daerah Kabupaten Bintan menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi dan praktik perikanan di wilayah pesisir ini sangat mempengaruhi kondisi terumbu karang dilaut sekitar sehingga akan menyebabkan pertumbuhan karang terhambat atau bahkan merusak terumbu karang. Terganggunya ekosistem terumbu karang di kedua lokasi ini juga akan mengancam kehidupan ikan karang di sekitarnya.

Oleh karena itu informasi mengenai ikan karang di wilayah Kecamatan Gunung Kijang (pantai Trikora) dan Pulau Mapur ini dianggap penting tidak saja untuk kepentingan ilmiah, tetapi juga untuk pengelolaan terpadu perairan pesisir di kawasan ini agar terjaga keanekaragaman biotanya. Apalagi wilayah ini sekarang dijadikan tempat pariwisata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan.

Oleh : Desi Nurlianti
Mahasiswi Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN