Granat Kepri Meminta Pelaku Sindikat Peredaran Narkoba dijatuhi Hukuman Mati

180

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika Provinsi (Granat) Kepulauan Riau, mendukung penuh pihak penegak hukum baik itu BNN, TNI, Polri, dan Bea Cukai agar lebih maksimal dalam pengungkap sindikat peredaran narkoba khususnya wilayah Kepulauan Riau.

Ketua Granat provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, menyebut lebih kurang dua ribu pulau tersebut berpenghuni dan tidak, rata-rata semua rawan dengan peredaran gelap sindikat narkoba khususnya wilayah Kepulauan Riau. Selain itu ratusan pelabuhan ilegal tikus juga sangat rentan dengan peredaran. Hal ini sangat memungkinan terkait tujuan sarana prasarana penyelundup narkoba.

“Titik rawan penyelundupan diantaranya, pulau Belakang Padang, serta ada pulau lain itu memasukan narkotika baik sindikat maupun jaringan internasional diantaranya Pulau Belakang Padang. Ada apa dengan Belakang Padang.? Untuk itu perlu perhatian khusus baik aparat hukum,”ucap Syamsul Paloh, Kamis (26/11/2020) saat ditemui Begawan Coffe, Batam Center.

Menurut Syamsul, lingkaran jaringan sindikat narkoba jalur internasional, jika tidak ada perhatian, dikhawatirkan wilayah ini menjadi simpul jaringan mafia sindikat narkoba maupun internasional.

“Dampaknya ada pada pertahanan keamanan suatu bangsa dan negara. Kita sudah dihancurkan dengan meracuni narkoba ini.”tutur Syamsul.

Dikatakannya, perlu menjadi perhatian khusus aparat penegak hukum naik BNN, Kepolisian, Angkatan Laut dan Bea Cukai maupun intansi lainnya. Pasalnya sistem perangkat IT itu harus lebih canggih dari pada sindikat narkoba.

“Serta SDM nya dari pada aparat penegak hukum perlu di perluas baik itu alat pendeteksi di perairan laut itu harus lebih canggih dari mereka sindikat,”katanya.

Granat berharap TNI, Polri, serta penegak hukum lainnya, harus berani menetapkan hukuman berat bila perlu hukuman mati terhadap tindak pidana narkoba agar ada efek jera. Supaya tidak lagi terulang kejadian terus menerus.

Majelis hakim juga sebagai benteng terakhir, harus komitmen tinggi untuk memutuskan penegakan hukum tindak pidana narkoba dengan hukuman seberat beratnya kalau perlu hukuman mati,”pungkasnya.(*)

Kiriman :Taufik Chaniago

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel