Kasat Reskrim Polres Bintan Paparkan Kronologi Penusukan Anguan, Diawali Mabuk Bersama

1268

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Kasat Reskrim Polres Bintan gelar rilis tindak pidana penusukan, dengan pelapor atas nama Junaidi, melaporkan kasus penganiyayaan yang berakibatkan merenggut nyawa seseorang. Senin, (4/1/2021).

Seorang warga Tionghoa yang biasa dipanggil Anguan 40 tahun menjadi korban pembunuhan di Jalan Batin, Kampung Semelur, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan pada Jumat (1/1/2021) malam.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko Wiroseno, S.H.,S.I.K. memaparkan kronologi, pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 korban (AG) dan tersangka (M.A) dan saksi lainnya sedang minum – minuman beralkohol di teras rumah korban, sambil mendengarkan musik dari Handpone.

Pada pukul 18.30 Wib saksi AD mulai mabuk berat dan membuat sedikit keonaran, akhirnya jadi cekcok. Terjadi perdebatan mulut antara saksi HK (abang kandung tersangka) sehingga pada saksi lainnya melerai begitu juga dengan korban.

Lanjutnya, “Dimana saat itu korban memukul sekali mata saksi HK, namun tidak diketahui tersangka.

Pembunuhan di Bintan, Anguan Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Mengaku Khilaf

Selanjutnya korban mengantar pulang saksi AD kerumahnya, saat itu tersangka duduk disamping HK, melihat mata saksi HK memar, tersangka bertanya dan saksi HK memberitahukan mata yang memar terkena pukulan dari korban.

Mendengar hal itu dibaringi pengaruh alkohol, tersangka tidak terima dan emosi. Diam – diam ia mengambil pisau dapur dari rumah korban, lalu menyembunyikan dipinggangnya.

“Sekembalinya korban sekira pukul 20.00 wib, tersangka langsung menghujam bagian dada korban berulang – ulang serta bagian wajah, korban berusaha lari namun tersangka terus mengejar dan menghujam kembali hingga meninggal dunia,” kata AKP Hadmoko.

Pada saat penangkapan, Polsek Binut beserta masyarakat, berhasil menangkap dan mengamankan tersangka. tidak jauh dari TKP tanpa perlawanan.

Dengan kasus tersebut, Pasal 338 KUHP: “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pengirim: Agus Ginting

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel