Respon Aduan Warga, Komisi III DPRD Kepri Tinjau Lokasi Pembangunan SUTT 150 KV, Berikut Rekomendasinya

Pembangunan Tiang SUTT
Respon Aduan Warga, Komisi III DPRD Kepri Tinjau Lokasi Pembangunan SUTT 150 KV, Berikut Rekomendasinya

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Merespon warga atas pembangunan Transmisi SUTT 150 kV Batu Besar-Nongsa, pada Jumat (19/2/2021) Anggota komisi III DPRD Provinsi Kepri melakukan tinjauan ke lokasi pembangunan transmisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150 kV GI Batu Besar-GI Nongsa.

Rombongan komisi III tersebut dipimpin oleh Surya Sardi Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, sebelum melakukan peninjauan rombongan komisi III menggelar rapat dengar pendapat dengan bright PLN Batam untuk mendengar penjelasan terkait pembangunan SUTT tersebut, yang akhir-akhir ini ada penolakan di beberapa perumahan yang dilalui oleh jalur transmisi tersebut.

Dari pihak bright PLN Batam hadir Direktur Operasi Edyansyah, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Buyung Abdul Zalal, Corporate Secretary Kishartanto Purnomo Putro, EVP Project Wahyudin Isbandi serta di dampingi kuasa hukum bright PLN Batam Andi Kusuma.

Pada kesempatan tersebut Corporate Secretary (Corsec) bright PLN Batam Kishartanto menjelaskan kepada Komisi III bahwa pembangunan transmisi SUTT 150 KV PLN Batam penting dilaksanakan dalam rangka memenuhi peningkatan layanan masyarakat, yaitu masalah keandalan pelayanan kelistrikan kota Batam daerah Batam Centre-Batu Besar-Nongsa.

“Jika yang dipermasalahkan masyarakat adalah soal jaminan kesehatan, hal tersebut sudah sesuai dengan standard internasional yang mengatur tentang jarak aman yaitu secara horizontal 8 meter dan vertical 5 meter, dampak medan listrik dan medan magnet yang ditimbulkan pun dalam aturan WHO tegangan listrik di bawah titik pengukuran tidak boleh lebih dari 5 Kv/m, kemarin Ahli Kelistrikan dari ITB juga menyampaikan hal yang sama,” jelas Tanto.

Tanto menambahkan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari pembangunan transmisi tersebut karena hal ini justru meningkatkan keandalan listrik di Kota Batam khususnya Batu Besar Nongsa.

Saat ini sebagian daerah Batam Centre, Batu Besar dan Nongsa di suplai hanya dari satu Gardu Induk saja dan kapasitas trafonya terbatas dengan kondisi hampir overload (kelebihan daya). Jika trafo tersebut over load maka akan mengakibatkan padam disisi Pelanggan sehingga dapat mengurangi kenyamanan pelanggan.

BACA JUGA Dua Profesor dari ITB Jawab Untuk Jaringan SUTT di Bangun PLN Batam Aman 100 Persen dan Merujuk WHO

Setelah rapat terbatas tersebut, rombongan Komisi III dan bright PLN Batam bergegas meninjau lokasi pembangunan di perumahan Odessa, Batam Centre.

Saat meninjau lokasi, Wakil Ketua Komisi III Surya Sardi mengatakan bahwa jika dilihat dari titik pembangunannya, lokasinya cukup jauh dari perumahan warga, jadi warga tak perlu khawatir dan pastinya bright PLN Batam mengikuti aturan-aturan pembangunan yang telah ditetapkan oleh undang-undang maupun pemerintah daerah.

“ Kami rasa dalam hal ini masyarakat perlu ikut mendukung proyek pembangunan yang tentunya dapat berdampak pada peningkatan perekonomian rakyat,” ujar Surya.

Surya juga berpesan kepada bright PLN Batam agar keandalan suplay listrik kepada masyarakat tetap andal sehingga kenyamanan masyarakat tetap terjaga. Diharapkan Masyarakat dapat mendukung pembangunan ketenagalistrikan bright PLN Batam.

Anggota Komisi III yang turut hadir juga antara lain Sahmadin Sinaga, Nyanyang Harris Pratamura, Hadi Chandra dan Yusuf,S.(*)

Sumber : Public Relation Sekretariat Perusahaan bright PLN Batam

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel