Home Bujang Dara Selebram Millen Cyrus Tertangkap Lagi Kasus Narkoba Jenis Benzo, Apa itu Benzo?

Selebram Millen Cyrus Tertangkap Lagi Kasus Narkoba Jenis Benzo, Apa itu Benzo?

Millen Cyrus saat Ditangkap
Millen Cyrus saat Ditangkap. Foto istimewa
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id – Selebram Millen Cyrus tertangkap lagi. Ia diduga kembali terjerat narkoba usai hasil tes urinenya positif benzo. Pihak Keluarga Millen yang diwakili asisten dan Kakak Millen Cyrus, Gilang dan Globantara Ibrahim menyebut asal benzo atau benzodiazepam di urin keponakan Ashanty itu.

Mereka menyebutkan obat yang dikonsumsi selama ini dari dokter psikolog di Bandung. “Jadi memang Millen konsumsi obatnya ini tuh berdasarkan resep dokter. Tadi juga sudah diberikan resepnya,” jelas Gilang.

Gilang mengatakan bahwa obat tersebut didapatkan Millen usai menjalani rehabilitasi di Lido. Millen datang ke dokter karena ada keluhan.

“Memang keluhannya Millen ini susah tidur. Dia juga kemarin konsumsi obat diet, obat diet itu mengandung Benzo ternyata,” ungkapnya.

Setelah diamankan polisi saat razia protokol kesehatan di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, keluarga memastikan Millen Cyrus akan keluar dari kantor polisi. Asisten dan Kakak Millen Cyrus, Gilang dan Globantara Ibrahim menyebut kalau keponakan Ashanty itu akan segera pulang ke rumah.

BACA JUGA Suami Penyanyi Nindy Ayunda Diamankan Diduga Karena Kasus Narkoba

Apa itu Benzo?

Melansir laman Medical News Today, benzo atau benzodiazepin adalah kelas obat psikoaktif yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk kecemasan dan insomnia. Obat ini memiliki manfaat yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan kejang, mengendurkan otot, dan merangsang kantuk untuk tidur.

Benzodiazepin efektif mengobati berbagai gangguan psikologis dan neurologis. Mulai insomnia, gangguan kecemasan umum, kejang, serangan panik, dan kecanduan alkohol. Beberapa efek samping penggunaan benzodiazepine yakni mengantuk, kebingungan, pusing, gemetar, gangguan koordinasi, masalah pengelihatan, pening, depresi, hingga sakit kepala.

Penggunaan jangka panjang benzodiazepin juga dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Ketergantungan tersebut dapat dimulai setelah menggunakan obat itu selama satu bulan pada dosis tertentu. Pasalnya, cara kerja benzo ini meningkatkan aktivitas zat kimia dalam tubuh yang disebut neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) atau asam gamma-aminobutirat. Artinya, benzo memengaruhi saraf pusat agar menghasilkan efek rasa tenang, hipnotik (menginduksi tidur), ansiolitik (antikecemasan), antikonvulsan, dan sifat relaksan otot.

Gejala kecanduan benzodiazepin ditandai dengan sulit tidur, perasaan depresi, dan berkeringat. Lebih lanjut, kecanduan obat terlarang ini juga dapat menyebabkan overdosis, depresi pada sistem saraf pusat, gangguan keseimbangan dan kontrol gerakan, serta bisa membuat pemakai bicara cadel.

Selain itu, sebuah tim peneliti dari Prancis dan Kanada menemukan, ada hubungan antara penggunaan benzodiazepine dengan peningkatan risiko penyakit alzheimer. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa semakin besar dosis kumulatif benzodiazepin seseorang, semakin tinggi risikonya terhadap alzheimer.(*)

Sumber : Tribunnews/Merdeka
Editor : Dedy Suwadha

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp