Tuhan Anugerahkan Ikan Napoleon dan JICA di Laut Natuna Utara, Pasar Asia Menunggu

183
Ikan Napoleon

WARTAKRPRI.co.id – Mungkin tidak banyak pihak pihak yang mengetahui perihal asal dari Ikan Napoleon. Ikan yang memiliki nama latin Cheilinus Undulatus ini hidup diperairan terumbu karang.

Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)adalah ikan yang hidup diperairan terumbu karang. Terlebih lagi Habitat ikan ini sangat banyak ditemukan di perairan Natuna tepatnya kecamatan Bunguran Barat dan Kecamatan Subi hampir merata ada di perairan Natuna.

Tiap Daerah telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta potensi alam dari alam juga putaran ekonomi terbangun.

Berapa tahun belakangan, sebanyak 1.000 ekor ikan napoleon asal Natuna diekspor ke Hongkong melalui jalur laut.

Ekspor perdana yang digelar awal Februari 2018 yang lalu bertanda dibukanya kran ekspor ikan napoleon dari Kabupaten Natuna dan Anambas.

Konon dinamakan ikan Napoleon karena bentuk tonjolan di kepala ikan ini menyerupai topi Napoleon, sehingga ikan ini dinamakan ikan Napoleon.

Ikan Napoleon merupakan ikan karang terbesar di dunia, panjang maksimum yang pernah dilaporkan mencapai panjang total 90 inci (2,29 m) dengan berat maksimum 421 pound (191,0 kg) dan merupakan ikan dengan periode hidup sangat panjang, setidaknya 30 tahun, dan dapat mencapai umur maksimum 32 tahun.

Harga ikan napoleon ukuran 10 cm yang terkenal atas kelangkaan itu dapat dihargai Rp 300.000 ribu per ekor dan Rp 600.000 Ribu per ekor untuk ukuran 20 cm.

Jika ikan napoleon berukuran 30 cm harganya bisa mencapai Rp1 juta per ekor. Kemudian harga Rp1 juta per ekor bisa didapat dari penjualan ikan napoleon ukuran 40 cm.

“Ikan tenggiri (harganya) Rp 50 ribu sampai dengan Rp 100 ribu per kilogram. Yang mahal itu ikan napoleon sekitar Rp 300 Ribu hingga Rp1 jutaan per ekor,” jelas Izhar Salah satu pengepul Ikan di Natuna.

Ikan Napoleon atau di Kepulauan Natuna yang biasa disebut dengan Ikan Mengkait adalah ikan yang kerap kali menjadi salah satu target utama “buruan” nelayan.

Hal ini disebabkan permintaan pasar yang sangat tinggi dengan harga yang cukup mahal. Harga ikan ini mencapai US$ 100/kg pada pasar ikan hidup di Hongkong dan Cina.

Selain itu, di Hongkong daging ikan Napoleon yang lezat dan lembut bahkan dijadikan simbol status sosial dan ekonomi bagi yang memakannya. Menu ikan Napoleon yang ada di Hong Kong disebut “Sio moy”.

Sio moy ini biasanya dihidangkan pada acara atau peringatan khusus seperti pesta ulang tahun, kelahiran, atau perkawinan.

Selain itu, sajian ikan Napoleon ini sering pula hadir saat ada jamuan makan dengan relasi bisnis.

Selain daging, bibir ikan Napoleon dipercaya punya khasiat khusus, yaitu sebagai penambah stamina seksual bagi para pria dewasa.

Perikanan Natuna

Sementara itu, Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal, mengatakan rencana pembangunan pasar perikanan di Natuna sesuai dengan nama pasar ternama di Jepang ini akan dimulai.

“Rencana tahun depan proyek fisik dimulai, sekarang kami tengah mempersiapkan untuk itu,” kata Hamid ketika ditemui berapa waktu lalu.

Hamid tidak menjelaskan secara rinci fasilitas di pasar yang akan dibangun ini, hanya saja dia menyampaikan akan ada beberpa kelengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang memaksimalkan pasar ini untuk kegiatan ekonomi mereka. Seperti pabrik es, cold storage, dan kawasan kuliner di sekitar pasar ini.

Hadirnya pasar ikan dengan konsep yang lebih modern ini, lanjut Hamid, tentu menjadi kabar baik bagi Natuna yang memang menjadikan sektor perikanan sebagai penopang gerak perekonomian utama di daerah ini.

Tempat terpisah Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Kepri, Zakimin untuk mendorong pertumbuhan sektor Perikanan Di Natuna dirinya mengatakan tahapan pembangunan pasar ikan modern di pusat ibu kota Ranai terus berjalan, anggaran pembangunan tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Jepang.

Sedangkan menurut Zakimin, saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap menyiapkan regulasi dan berikutnya akan dilangsungkan dengan tahapan konstruksi.

Hadirnya pasar ikan dengan konsep yang lebih modern ini, katanya, tentu menjadi kabar baik bagi Natuna yang memang menjadikan sektor perikanan sebagai penopang gerak perekonomian utama di daerah ini.

Pembangunan pasar ikan Ranai dibiayai dengan anggaran senilai Rp130 miliar yang bersumber dari dana hibah Jepang.

Karena sejauh ini kerja sama KKP dan JICA, hanya beberapa kabupaten/kota mendapat dukungan. Diantaranya Biak, Moa, Morotai, Natuna, Sabang, dan Saumlaki.(rky)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel