Home Berita Utama Belum 100 Hari Kerja Ansar-Marlin Gubernur Kepri, Harmonisasi Parpol Pendukung “Retak”

Belum 100 Hari Kerja Ansar-Marlin Gubernur Kepri, Harmonisasi Parpol Pendukung “Retak”

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Isu kurang harmonisnya hubungan politik pendukung pasangan Gubernur Ansar Ahmad dengan partai politik pendukung Marlin Agustina satu persatu mulai terkuak. Padahal Ansar-Marlin dilantik belum 100 hari kerja.

Masalah klasik bagi bagi jabatan diduga menjadi masalahnya. Dalam rilis yang diterima Redaksi WartaKepri menjelaskan Ketua Organisasi sayap partai Golkar Garda Nasional Kota Batam mengungkap sejumlah fakta.

Ryan Jimmi Siburian selaku Ketua Garnas Kota Batam memaparkan, Pertama perlu kami luruskan kesepakatan politik antara Kubu Rudi dan Ansar pernah terbangun di Hotel Radison saat itu dihadiri 5 Personil selaku negosiator dan Pimpinan Partai saat itu, ada Ketua DPD I Golkar Kepri pak Maruf, pak Ansar, pak Ade Angga, pak Iskandar dan pak Rudi.

Menurut penjelasan Jimmi, ada beberapa point penting kalau mau ungkap agar tahu kesepakatan apa antar petinggi partai Golkar dan Nasdem di saat menyatakan berkoalisi.

Pertama, Golkar mendukung pasangan Rudi-Amsakar di Batam, dan Rudi dengan Nasdemnya mendukung Apri dan Robi di Kabupatem Bintan.

Namun kenyataannya Rudi bersama Nasdemnya memajukan Calon di Bintan untungnya calon yang didorong Golkar menang dan calon dukungan Nasdem kalah.

Kedua, Kota Batam dan Kabupaten Karimun harus menjadi target Partai Nasdem untuk memenangkan pasangan Ansar-Marlin pada Pilkada 2020, tapi realisasinya suara untuk Cawako Rudi besar, tapi dukungan untuk Ansar Marlin kalah untuk di Batam.

“Fakta ada yang beretorika sedemikian rupa, tapi hasil politik tidak terpenuhi,” kata Jimmi lagi.

Ketiga, ada juga kesepakatan saling mendukung di wilayah Kota Tanjung Pinang. Nasdem ada Komitmen untuk mendukung kader Golkar Ade Angga maju dalam kursi eksekutif, namun kenyataannya belum.

” Dari 3 komitmen di atas dalam dilihat presentasi politiknya sudah tidak tercapai. Dan, kaitan itulah perlu kami sikapi isu terkait keinginan sejumlah posisi dan jatah jabatan politik di Pemprov Kepri. Jika target tidak pernah tercapai lantas bagaimana mungkin mendesak komitmen dari kawan Politiknya?,” kata Jimmi bertanya

Hal ini belum lagi dalam persoalan peninaian professionalisme figur. Menurut Jimmi agar Pak Ansar berfikir untuk mengutamakan orang yang layak, punya kepiawaian, punya gagasan untuk membangun Kepri kedepan.

” Bukan asal dorong asal sorong orang yang tidak punya kompeten untuk maju menjabat Sekda dan tiga kepala Dinas, karna ini menyangkut masa depan kesejahteraan Rakyat Kepri,” kata Jimmi lagi.

Saat tidak dikabulkan tiba-tiba baper, dan muncul adanya kelakar ingin menurunkan Ormas pendukung untuk menyatakan Ansar tidak komitmen,

” Bagi saya selaku ketua Garnas Kota Batam, saya dan kawan-kawan akan mendukung sepenuhnya kebijakan pak Ansar. Siapapun lawannya Garnas siap maju sebagai pagar betis untuk Ansar agar kedepan membangun Kepri lebih maju. Saya percaya Ansar akan mengedepankan kepentingan Rakyat Kepri dibanding bagi-bagi kue dalam urusan Politiknya,” akhir Jimmi(*)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026