Seorang PNS Reaktif Rapid Tes Antigen, Puskesmas Jemaja Timur Tutup Sementara

815
Puskesmas Jemaja Timur

Wartakepri.co.id, Anambas – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jemaja Timur yang berada di Desa Ulu Maras sebarkan pengumuman kepada seluruh masyarakat Jemaja Timur tentang pelayanan kesehatan di Unit Pelayanan Tugas (UPT) Puskesmas Jemaja Timur di Tutup sementara waktu.

Pengumuman tersebut tersebar hari ini, namun dijelaskan kembali untuk pelayanan rawat jalan dan administrasi saja yang di tutup sementara itu untuk Unit Gawat Darurat (UGD) dan Rawat Inap masih tetap berjalan.

Zulfadli, AMK Kepala Puskesmas Jemaja Timur membenarkan tentang adanya penutupan Puskesmas Jemaja Timur lantaran ada PNS yang di duga Reaktif saat melaksanakan Rapid Tes Antigen.

Honda Capella

BACA JUGA: Wakil Bupati Anambas dan 170 Orang Ikuti Vaksinasi Sinovac di RSUD Tarempa Malam Hari

“hari ini akan ada penyemprotan desinfektan keseluruh ruangan yang ada di Puskesmas Jemaja Timur, setelah sterilisasi selesai sore ini, kemungkinan besok pelayanan rawat jalan dan lainnya sudah di buka kembali seperti biasa,” ucapnya

Saat ini pihaknya terus berupaya untuk melakukan tracking kepada pihak pihak yang kontak erat dengan PNS/ASN yang bekerja di Puskesmas Jemaja Timur, untuk PNS yang dinyatakan Reaktif hasil Rapid Tes Antigennya akan segera di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jemaja untuk di ambil simpel oleh pihak Dinkes Kabupaten Kepulauan Anambas untuk dilakukan tindakan pemeriksaan swab dengan metode RT PCR yang dilakukan di Laboratorium RSUD Tarempa.

“Hari ini Pasien yang dinyatakan Reaktif hasil Rapid Tes Antigennya kita akan bawa ke RSUD Jemaja untuk di ambil simplenya oleh Tim medis, kemudian simpel tersebut akan di bawa ke RSUD Tarempa,” jelasnya lagi.

Menjelang hasil pemeriksaan swab dengan metode RT PCR yang dilakukan di Laboratorium RSUD Tarempa PNS yang reaktif Rapid Tes Antigen akan di lakukan pengkarantinaan secara mandiri terlebih dahulu.

“Menjelang hasil RT PCR, PNS tersebut kita lakukan pengkarantinaan, namun untuk lokasi kita belum ketahui dimana, apakah di RSUD Jemaja atau karantina mandiri di rumahnya, kami masih menunggu,” paparnya.

Hingga berita ini di muat, belum di ketahui apa hasil dari pemeriksaan terhadap PNS tersebut, semoga saja nantinya hasil dari pemeriksaan metode RT PCR yang dilakukan di RSUD Tarempa hasilnya negatif.(Rama)

FANINDO