Home Batam Sholat Idul Adha Dilapangan Terbuka, Panitia Pelaksana Penyembelih Hewan Kurban Harus Rapid...

Sholat Idul Adha Dilapangan Terbuka, Panitia Pelaksana Penyembelih Hewan Kurban Harus Rapid Antigen

Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Batam, sepakat pelaksanaan shalat hari Raya Idul Adha 1442 hijriah dilaksanakan di lapangan terbuka. Pasalnya angka penyebaran Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut disampaikan Walikota Batam Muhammad Rudi, saat memimpin Rapat Koordinasi, bersama Forkopimda Batam, Rabu (7/7/2021) di Alun alun Engku Putri Batam Centre. Menurutnya, alasan dilaksanakan shalat Idul Adha di dilapangan tidak lain hanya agar masyarakat dijauhkan dari penularan Covid-19.

“Saat ini Kota Batam, sudah termasuk daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yakni pada 6 hingga 20 Juli 2021, maka dari itu kalau bukan dari kita sandiri yang menjaga kesehatan supaya tidak terpapar Covid-19,”ungkap Muhammad Rudi, usai Rakor.

Lanjut Rudi, rapat ini menghasilkan kesepakatan bersama agar masjid jika dibuka, hanya boleh daya tampung mencapai 25 persen, pihaknya tidak bisa menjamin jika lebih dari yang ditetapkan.

“Kalau lebih dari 25 persen, khawatir akan ada cluster terbaru nantinya, mohon panitia masjid nantinya saling mengingatkan kepada jamaahnya, selain itu jamaah tetap dengan jarak 2 meter baik dari kanan kiri dan belakang,”ucap Rudi.

BACA JUGA: PPKM Mikro di Batam Diperketat, Mal Tutup Pukul 17.00 WIB dan Kegiatan Agama Masih Pembahasan

Adapun poin poin sesuai kesepakatan bersama, yakni pertama, sepakat shalat Idul Adha hanya boleh di lapangan terbuka, kalau terjadi hujan sepakat tidak akan pindah ke Masjid .

“Kedua, sembelih hewan kurban, sebaiknya panitia saja yang melaksanakan tidak perlu warga datang. Takbiran tidak boleh, hanya imam saja di masjid, dan tidak mengajak ramai ramai, kemudian shalat idul adha hanya 15 menit untuk khutbah,”terangnya.

Selanjutnya, pengecekan kesehatan panitia kurban sepakat rapit antigen yang menanggung biaya dari panitia masing masing. Lalu panitia kurban wajib daftar vaksin.

“Prokes ini tidak hanya jaga jarak tetapi semua harus dicek baik suhu, masker, pihaknya mengingatkan agar panitia harus berani demi untuk kesehatan bersama,”ujar Rudi.

Rudi juga menegaskan, meskipun suhu tubuhnya 36 derjat tetapi dia batuk-batuk, maka tetap diingatkan ke jamaahnya agar tetap memperketat protokol kesehatan Covid-19.

Kebijkan ini, mulai berlaku hari ini Rabu 7 Juli 2021, dan besok semua sudah mulai ditegakkan. Kepada seluruh pengurus Masjid mari bersama kita perangi agar virus corona tidak menyebar,”tegasnya.(*)

Pengirim :Taufik Chaniago

WhasApp

Google News WartaKepri