Ternyata Anak Akidi Tio, Heriyanti Pernah Terlibat Penipuan dan Kini Diancam 10 Tahun Penjara

525
Heriyanti saat tiba di Mapolda Sumsel Foto Suara
Heriyanti saat tiba di Mapolda Sumsel Foto Suara

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Heriyanti, anak Akidi Tio menjadi tersangka kasus penipuan sumbangan uang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Direktur Intel Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncoro mengatakan, Heriyanti dikenakan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong.

Perbuatan Heriyanti dinilai telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat terutama saat penanganan pandemi Covid-19. Heriyanti terancam penjara selama 10 tahun atas ulahnya.

“Motifnya belum bisa saya sampaikan, tetapi sanksinya cukup berat yakni 10 tahun penjara. Dokter keluarga masih dilakukan pemeriksaan,” kata Ratno saat menggelar konferensi pers di kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (2/8/2021).

Ratno mengungkapkan, penyidik akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap Heriyanti. Ratno menjelaskan, dari pemeriksaan, Heriyanti ternyata pernah terlibat kasus penipuan. Namun, dia masih enggan menjelaskan detail kasus yang dimaksud.

“Ini kasus kedua tersangka. Saya tidak bisa sampaikan lagi, nanti akan dijelaskan,” ujarnya.

Heriyanti saat ini telah dibawa penyidik ke Mapolda Sumatera Selatan untuk diperiksa. Selain Heriyanti, Prof Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga juga ikut dibawa penyidik. Adapun Hardi turut hadir untuk mewakili keluarga Akidi dalam penyerahan sumbangan secara simbolis.

“Dokter keluarga masih dalam penyelidikan,”ungkapnya.

Gubernur Sumsel Kecewa

Gubernur Sumsel Herman Deru yang juga hadir saat konferensi pers, terlihat kecewa dengan kejadian yang dilakukan oleh keluarga Akidi Tio. Dia meminta agar tersangka ditindak tegas. “Gara-gara oknum tersebut, seakan memberikan bantuan dengan nilai fantastis kepada kapolda kita. Kami yang diundang menjadi saksi saat itu. Kami berharap kepada polri agar pelaku diproses hukum dengan tindakan aturan berlaku. Harapan kami dihukum setegas mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, keluarga almarhum Akidi Tio, pengusaha asal Langsa, Kabupaten Aceh Timur, mendatangi Mapolda Sumatera Selatan untuk menyumbangkan uang Rp 2 triliun bagi warga Sumsel yang terdampak pandemi Covid-19.

BACA JUGA Anak Akidi Tio, Heriyanti Ditangkap dan Berstatus Tersangka Kasus Sumbangan Rp 2T

Berikut beberapa Fakta Anak Akidi Tio :

1. Punya Utang Rp 3 Miliar
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan telah mengkonfirmasi kepada sosok orang yang mengaku memiliki piutan kepada Heriyanti. Jumlahnya fantastis. Rp 3 Miliar. Dahlan Iskan tidak menyebut nama jelas pemberi pinjaman tersebut. Hanya menyebut sosoknya “Si Cantik”.

“Sehari sebelum bertemu Si Cantik, saya diliputi penuh keraguan: jangan-jangan sumbangan Rp 2 triliun itu pepesan kosong. Betapa terbantingnya Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Betapa terpukulnya masyarakat Tionghoa se-Indonesia,” kata Dahlan dalam tulisannya.

2. Tidak Dikenal di Kalangan Pengusaha
Akidi Tio dan anaknya bukanlah sosok yang dikenal di kalangan pengusaha Indonesia. Sehingga Mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin pun bertanya dari mana uang sebanyak itu diperoleh?

Apakah lembaga perpajakan pernah mengetahui dan memungut pajak dari Akidi Tio sedemikian banyak?

Rentetan pertanyaan logis yang harus dipakai sebelum memercayainya. Yang mungkin terjadi, ahli waris almarhum Akidi Tio menemukan catatan-catatan tercecer almarhum, yang memiliki kesamaran tentang harta almarhum.

Lalu, para ahli warisnya membangun mimpi-mimpi indah disertai dengan halusinasi mengenai catatan-catatan tersebut. Untuk mewujudkan halusinasi itu, ada baiknya meminjam tangan negara melalui para pejabat dengan 1.000 janji.

“Namanya usaha,” tulis Hamid Awaluddin.

Sebelumnya sejumlah pengusaha nasional juga mengaku tidak mengenal sosok Akidi Tio. Seperti Erwin Aksa, mengaku tidak kenal dengan Akidi Tio dan bisnis keluarganya. Hingga mampu menyumbang Rp 2 Triliun.(*)

Sumber : Kompas/Kontan/Suara
Editor : Dedy Suwadha

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel