Apindo Batam Minta BP Batam Tinjau Pemberlakuan Perka No 1 Tahun 2018

120
Rafki Rasyid, Ketua Apindo Kota Batam
Rafki Rasyid, Ketua Apindo Kota Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pengusaha berharap Kepala BP Batam memberikan relaksasi dan peninjauan pemberlakuan Perka No. 1 Tahun 2018, Tentang Jenis tarif dan layanan pada wilayah KPBPB Batam. Terkhususnya relaksasi di Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3. Hal ini disampaikan Rafki Rasyid, Ketua Apindo Kota Batam dalam keterangan persnya, Senin (27/9/2021).

Menurut Rafki, pada Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 tersebut terdapat aturan adanya kenaikan UWT sebesar 4 persen setiap tahunnya dan apabila masyarakat ingin membayar lebih cepat daripada jadwal jatuh tempo pembayaran UWT nya tetap akan dikenakan tarif baru pada saat UWT habis. Bukan tarif di saat masyarakat melunasi pembayaran UWT-nya.

” Alasan kita meminta Kepala BP Batam meninjau kembali pemberlakuan Perka 1/2018 ini karena saat ini situasi yang tidak normal akibat Pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 yang lalu hingga sekarang. Sehingga kemampuan pelaku usaha dan masyarakat dalam membayar UWT mengalami penurunan. Kita berharap ini menjadi pertimbangan BP Batam mengabulkan permohonan kita,” kata Rafki lagi.

BACA JUGA Urine KB Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Positif Narkoba

PKP HIMALAYA

Apindo Batam sudah berkirim surat terkait hal ini dan juga telah meminta waktu berdiskusi dengan BP Batam untuk mencari solusi terbaik.

” Kita tidak minta relaksasi seterusnya tapi cukup dua atau tiga tahun saja selama Pandemi Covid-19 masih terjadi. Relaksasi yang diberikan dampaknya juga akan mendorong masyarakat untuk melunasi tagihan UWT lahannya lebih cepat jika diberikan relaksasi pengenaan tarif sekarang jika dibayar sekarang misalnya,” tambah Rafki.

Harapannya, dengan penundaan kenaikan tahunan UWT 4% akan membuat cashflow yang diterima BP Batam akan lebih cepat dan bisa dipakai untuk mempercepat pembangunan Batam di masa Pandemi ini.

Relaksasi dan penundaan kenaikan ini sama seperti insentif yang diberikan kepada pemilik kendaraan bermotor. Dimana dengan insentif yang diberikan akan membantu dunia usaha memperbaiki operasional perusahaannya dan juga sekaligus akan memperbaiki cashflownya BP Batam.

“Jadi mudah mudahan permintaan kita ini dapat dikabulkan oleh BP Batam,” akhir Rafki(*)

Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel