Aliansi Gerakan Kebangkitan Maritim Bahas Beberapa Poin Penting dengan BUP BP Batam

144
Kebangkitan Maritim di BP Batam
Kebangkitan Maritim di BP Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Aliansi Gerakan Kebangkitan Maritim Batam melaksanakan silaturahmi antar asosiasi INSA dan ISAA bersama Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam guna membahas sejumlah poin penting, Selasa (28/9/2021) di Pacific Palace Hotel, Batam.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Ketua DPC Indonesia National Shiphowners Association (INSA) Batam Osman Hasyim, Ketua DPC Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Batam Erdi Steven Manurung, dan Ketua FSPMI/SPPJM Kota Batam Panusunan Siregar.

Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Maritim Batam, Osman Hasyim mengatakan kegiatan rapat kali ini merupakan silaturahmi antar INSA dan ISAA bersama Badan Usaha Pelabuhan BP Batam yang mana membahas sejumlah poin penting terutama terkait kebijakan.

“Kita membahas sejumlah aturan dan kebijakan, yang mana sebelumnya pihak BP Batam sudah memberikan angin segar terhadap para pengusaha industri maritim, jadi makanya hari ini kita bahas bersama,”kata Osman Hasyim saat diwawancarai sejumlah wartawan.

PKP HIMALAYA

Dijelaskan Osman, sejak adanya Perka nomor 20 tahun 2021 itu sudah memenuhi delapan tuntutan kita dan itu sudah jalan cuma ada koreksi-koreksi sedikit yang tadi dibahas agar nantinya betul berkualitas sambil menunggu Perka perubahan menyeluruh.

“Menunggu itu kan lama juga, karena harus berkaitan dengan PMK jadi harus disiapkan dulu. Nah sekarang sedang digodok oleh tim dari universitas Indonesia (UI) sehingga nanti kedepan kalau yang menyeluruh itu sudah jadi itu benar-benar merangkum semua kebutuhan, baik dari sisi BP Batam maupun pengguna jasa,”jelasnya.

BACA JUGA Dua Tahun Kepemimpinan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Berawal dari Mimpi

Selain itu, lanjut Osman dengan rencana tersebut kita harapkan nanti, Perka mengeluruh ini akan mampu mengakomodir kebutuhan semua pengguna jasa dan sekarang ini sudah bisa berjalan walaupun nanti ada perubahan sedikit soal bahasanya, kemudian ada kemarin yang harus di takedown tapi belum di takedown.

“Jadi, itu yang menjadi pembahasan tadi bersama BP Batam, pihaknya memberikan waktu kepada BP Batam untuk menyiapkan sekarang ini sudah diserahkan ke konsultan,”ucap dia.

Osman mengapresiasi kepada BP Batam atas kerjasamanya kepada industri maritim, artinya dengan kebijakan tersebut sekarang tidak lagi memungut jasa tambat dan beberapa jasa Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus).

“Artinya galangan atau pelabuhan yang bukan umum dengan begitu harga di galangan di TUKS, Terus jadi murah ya bersainglah dengan daerah lain. Nah kita harapkan nanti karena murah maka kapal kapal akan mulai masuk ke Batam lagi,”ungkap Osman.

Ketua FSPMI /SPPJM kota Batam, Panusunan Siregar SH juga menuturkan, dengan adanya Perka ini akan mempermudah investor masuk ke Batam. Apabila pengusaha sudah mendapatkan projeknya maka lapangan pekerjaan akan bertambah.

“Saat ini banyak pekerja yang memiliki skill namun pekerjaan tidak ada. Nah, dengan masuknya kapal ini tentu akan kembali membuka peluang bagi mereka. Dampaknya tentu terjadi perputaran ekonomi yang hidup. Setelah itu, dengan sendiri perekonomian kota batam akan kembali naik,” tuturnya.

Ketua DPC Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Batam Erdi Steven Manurung menambahkan kalau perkembangan perka 20 tahun 2021 yang baru ini untuk agen-agen sangat bagus manfaatnya, karena kapal yang naik doking itu 0 persen.

“Untuk masalah pandu tunda sudah banyak perubahan, yang dulunya kita lakukan pembayaran, namun servicenya tidak ada. Tapi sekarang, kita lakukan pembayaran, servicenya ada.

Menurut Erdi, terbukti dengan adanya perda yang baru ini, BP Batam ini benar-benar berubah dengan masalah-masalah pelayaran. Perubahannya tidak 100 persen, tetapi baru 95 persen dan untuk 5 persennya kemungkinan mereka masih perlu kita ingatkan lagi.

“Pada dasarnya BP Batam telah sepakat dengan association khususnya aliansi untuk memajukan dunia maritim khususnya di Kota Batam,”tuturnya.

Disebutkannya, bagaimana cara kita menciptakan dunia maritim di Batam ini lebih maju dari dunia maritim nasional lainnya.

“Apalagi Batam ini termasuk daerah yang khusus, karena berdekatan dengan negara Singapore dan Malaysia,”sebutnya.

Erdi juga mengatakan, kita juga mengapresiasi kepada Direktur Badan Pengelola (BP) Pelabuhan Batam yang baru ini sangat luar biasa dan jauh beda dengan Direktur BP Pelabuhan yang dulu.

“Saya memang baru kenal dengan Direktur BP Pelabuhan Batam ini, tetapi saya merasakan sudah kenal lama sekali. Ia merangkul, ia bertanya kepada kita apa yang kurang, dan akan kita benahi secara bersama,”katanya.

Jadi, Erdi mengapresiasi sosok pemimpin yang benar-benar melihat kepada kita. Kepala BP Batam H. Muhammad Rudi tidak salah pilih untuk gantikan Direktur BP Pelabuhan yang lama,” pungkasnya (*)

Pengirim :Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel