Program 1 Juta PKL, Presiden Jokowi Jalan Kaki Sapa Warga Sepanjang Jalan Malioboro

65
Presiden Joko Widodo di Malioboro Yogyakarta
Presiden Joko Widodo di Malioboro Yogyakarta

WARTAKEPRI.co.id, YOGYAKARTA – Presiden Joko Widodo mengawali kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 9 Oktober 2021, dengan menyapa masyarakat di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Dari Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta, Presiden berjalan kaki sekitar pukul 08.45 WIB. Presiden tampak ditemani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Di sepanjang kawasan Malioboro, Presiden tampak menyapa masyarakat yang tengah menghabiskan waktu di salah satu ikon Kota Yogyakarta tersebut.

Tak hanya itu, Presiden juga berdialog dengan sejumlah perwakilan pedagang kaki lima dan pelaku usaha lainnya untuk mendapatkan masukan dan menyerap aspirasi mereka.

Pada hari yang sama Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Program Penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 9 Oktober 2021. BT-PKLW nantinya akan diserahkan kepada 1 juta PKL dan warung di seluruh Indonesia dengan masing-masing diberikan sebesar Rp1,2 juta.

BACA JUGA : Hujan serta Air Pasang Tak Halangi Presiden Jokowi Tanam Mangrove Pulau Setokok Batam

“Rp1,2 juta cukup menurut hitungan kita dan dimulai pertama kali di kawasanMalioboro Yogyakarta,” ujar Presiden dalam keterangannya.

Perwakilan komunitas PKL, andong, dan becak di Kawasan Malioboro, Rudi, mengaku bersyukur dan senang atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Rudi berharap kunjungan Presiden hari ini dapat meyakinkan para wisatawan bahwa Malioboro aman untuk dikunjungi.

“Kami atas nama segenap komunitas PKL, andong, becak yang ada sangat bersyukur, dan sangat, sangat berterima kasih dengan harapan kunjungan Bapak Presiden di kawasan Malioboro ini kemudian membuka ruang bahwa Malioboro masih aman tetap dikunjungi, insyaallah tetap aman, dan segera level (PPKM) diturunkan,” ucap Rudi.

Selain itu, salah satu perwakilan lainnya dari PKL juga mengutarakan harapannya agar pariwisata di Yogyakarta dapat segera dibuka kembali sehingga para PKL, khususnya di kawasan Malioboro dapat menikmati kunjungan para wisatawan.

“Mudah-mudahan mulai awal ini kami PKL di kawasan Malioboro bisa beraktivitas kembali dan sektor pariwisata bisa dibuka kembali sehingga kami PKL bisa menikmati kunjungan wisatawan yang nantinya belanja di kawasan Malioboro,” tutur perwakilan dari PKL.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa di Yogyakarta masih diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Meski demikian, Airlangga menyebut angka pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta sangat tinggi.(*/r/presiden)

Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel