Warga Batam Belum Vaksin 187 Ribu Orang, Pemko Pakai Sistem Jemput Bola

160
Kelurahan Baloi Laksanakan Vaksinasi, wilayah Kecamatan Luuk Baja

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemko Batam terapkan sistem jemput bola ke warga yang belum melaksanakan vaksin, agar terlaksana warga Batam di vaksin 100 persen sangat penting peranan semua pihak.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, untuk warga Batam yang sudah di vaksin jumlahnya sekitar 759 ribu.

“Untuk jumlah angka belakangnya saya lupa tapi yang sudah di vaksin 759 ribu, berarti sudah 84,66 persen. Jadi yang belum di vaksin 15 persen,” ujarnya, Kamis(21/10/20210).

Dipaparkannya lagi, jadi warga Batam yang belum di vaksin 187 Ribu dari warga Batam 907.713.

“Jadi untuk pembulatan keatasnya 85 persen yang sudah di vaksin. Dari 187 ribu yang belum divaksin untuk itu Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat RT RW laksanakan verivikasi. Jadi hasil ditemukan 46 ribu yang belum divaksin,” tuturnya.

Diterangkannya, jadi sistem jemput bola dilaksanakan. seperti yang berjalan di kelurahan baloi sedang melakukan vaksinasi jadi total keseluruhan bila di vaksin semua totalnya 89,6 persen.

“Jadi tak sampai 90 persen, tapi itu sudah dianggap seratus persen. Dimana sisanya memang tidak bisa di vaksin karena faktor-faktor tertentu,” ungkapnya.

kendala utama ada sebagia warga yang takut di vaksin, masih ada mempercayai hoax terkait bahaya vaksin.

himbauan kepada masyarakat vaksin untuk kepentingan warga sendiri, salah satunya:

1. Untuk meningkatkan imun tubuhnya.
2. Mobilitas seperti keluar daerah dan bepergian.
3. klau berbelanja di mal harus ada kartu vaksin.
4. sangat mungkin yg di vaksin terdeteksi lebih awal.

“Bila semua dilaksanakan makin tinggi imun di masyarakat kita ini,” terangnya.

Dilain pihak Ketua RT Baloi Blok 3 RT 001 RW 011 Lubuk Baja Kota, Laila Kodrianti mengatakan, untuk pelaksanaan vaksin di RT nya sudah 96 persen, pihaknya melakukan pendekatan ke warga agar warga mau divaksin dan menjelaskan pentingnya vaksinasi untuk kesehatan.

“Kita pakai sistem door to door dan pendekatan secara emosional agar warga mau di vaksin,” sebutnya.

Diungkapkannya, kendala dilapangan warga memilih-milih jenis vaksin, kebanyakan mencari vaksin sinovac.

“Alasan mereka dosis lebih rendah dari jenis vaksin yang lainnya,” ucapnya.

Dipaparkannya, untuk RT 01 yang memang tidak bisa di vaksin karena penyakit bawaan dan sudah renta diperkirakan kurang lebih 8 orang.

“Sedangkan yang menolak vaksin saat ini hanya 4 orang, tapi saya akan tetap membujuk dan sistem jemput bola akan kita lakukan,” tutupnya. (adit)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel