FKUB Bintan Melaksanakan Kegitan Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama

260
Dialog FKUB Bintan
FKUB Bintan Melaksanakan Kegitan Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Dialog Kerukunan antar umat beragama dikalangan Rt/Rw FKUB(Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Bintan dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjung Uban. Selasa, (2/11/2021).

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua FKUB Kab. Bintan. H. Syamsir, Sekretaris FKUB Kab. Bintan,Bupati Bintan di wakili oleh Kaban Kesbangpol Kab. Bintan Bpk H. Muhamnad Lukman, M HI, Kasubag TU Kemenag Bintan H. Syah Johan ,M SI., Camat Bintan Utara diwakili Kasi Kes sos , Danramil  03 / Bintan Utara. Kapten Inf Suherman. Para Perwakilan dari RT/RW  Kec. Teluk Sebong dan Kec. Bintan Utara, Perwakilan dari Agama Islam. Bapak Hasibuan, Perwakilan dari Agama Kristen Protestan Bapak pendeta Dongoran, Perwakilan dari Agama Budha Pak Joko, Perwakilan dari agama Kristen Katolik  Bapak Petrik.

Dalam Sambutannya Ketua FKUB Kab. Bintan H. Syamsir mengatakan, Diforum ini, mari kita menyampaikan inspirasi kita, agar kedepannya kita lebih dapat menjalin ikatan persaudaraan, dimana kita juga harus bisa saling menghargai satu sama yang lainnya.

Begitu juga H. Syamsir mengingatkan, dimana sering terjadi permasalahan terkait pembangunan rumah ibadah, persoalan harus di selesaikan secara harmonis, FKUB harus berdialog dengan kalangan RT/RW. jelasnya seraya mengucapkan terimakasih atas terlaksana kegiatan dan dukungan atas kegitan ini.

Ditempat yang sama Bupati Bintan yang diwakili oleh Kaban Kesbangpol Bintan menyampaikan, Kerukunan adalah salah satu faktor pendukung sehingga terbina hubungan yang baik, begitu juga, tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan, pasti mengajarkan kebaikan.

Pemerintah Daerah selalu siap untuk menampung masukan, agar meningkatkan kerukunan antar umat beragama, FKUB adalah perpanjangan tangan kepala Daerah dalam menyampaikan amanah ke Kepala Daerah, begitu juga dengan kegitan FKUB Bintan saat ini, kami sangat mendukung. terangnya

“Dalam kerukunan antar umat beragama harus melibatkan RT / RW. Karena RT dan RW adalah bagian dari pemerintah sebagai mata dan telinga kepala daerah, dimana mereka lebih tau apa masalah dan permasalahan didaerah nya masing-masing.

Lanjutnya, “Pembangunan Rumah Ibadah harus ada Rekomendasi dari Kementrian Agama dan pemerintah setempat, ditambah persetujuan warga setempat,”jelasnya.

BACA JUGA THM dan Warnet Masih Buka, FKUB Minta Pemko Batam Lebih Serius untuk Cegah Virus Corona

Syarat pembangunan Rumah Ibadah harus ada persetujuan dari warga setempat 60/90 dan persetujuan dari RW dan RT setempat, apabila persyaratan atau kelengkapan Administrasi dalan pembangunan Rumah Ibadah tersebut sudah lengkap maka FKUB akan mendukung dalam pembangunan Rumah Ibadah tersebut, dan mengatasi segala gangguan dari pihak manapun.

Semua adalah hasil persetujuan Majelis- majelis Agama kita harus menjaga keharmonisan dan kekompakan antar umat beragama sehingga akan terjalin silaturahmi yang baik dengan antar umat ber Agama.

Bersyukur dalam agama masing-masing, perbedaan agama bukan menjadi suatu masalah, Kasihilah sesama manusia, sama seperti mengasihi dirimu sendiri, FKUB adalah satu sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mempersatu perbedaan Agama.

Para RT/RW adalah salah satu mitra terdepan dalam lingkungan masyarakat.

Pejabat RT/RW, dapat mengetahui apa yang terjadi dalam lingkungan, sehingga FKUB mengundang para RT/RW untuk ikut melaksanakan Dialog.

Pengirim: Agus Ginting

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA