FGD Meningkatkan Mutu Pendidikan di Tengah Pandemi

60
FGD Meningkatkan Mutu Pendidikan di Tengah Pandemi. (Photo: Taufik)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dewan Pendidikan Kota Batam menggelar Forum Discusion Group (FGD) membahas sistem pendidikan era new normal di tengah pandemi Covid-19, Senin (22/11/2021).

FGD yang digelar di Hotel Golden View, Bengkong, Batam itu, menghadirkan narasumber Direktur Pascasarjana Universitas Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. Mukhtar Latif, Dosen S2 Pascasarjana Universitas Terbuka, Dr. Razaki Persada, serta Dian Nursalih Budi sebagai Assesor.

Prof. Dr. Mukhtar Latif, mengatakan FGD dilaksanakan guna membahas beberapa hal yang perlu disikapi di era pandemi, khususnya terkait proses belajar mengajar di sekolah yang sebelumnya sempat ditiadakan kini mulai dibuka kembali.

Jika sebelum pandemi proses belajar mengajar di sekolah berlangsung selama 6 jam per hari, namun saat ini menjadi berkurang sekitar dua jam lantaran pemberlakuan belajar secara daring.

“Nah bagaimana kepala sekolah dan pengawas menagih guru menyiapkan bahan ajar untuk menutupi kekurangan waktu dan kurikulum yang diwajibkan, sehingga bahan ajar dibikin dengan model digital,” kata dia.

Pembelajaran secara digital atau e-learning ini menurut dia tidak serta merta harus menggunakan jaringan karena juga bisa dipergunakan tanpa jaringan sekalipun.

“Tentu materinya disiapkan dulu sebelum dibagikan ke grup belajar peserta didik secara virtual,” katanya.

Dengan demikian, peserta didik kata dia bakal bisa mengejar ketertinggalan pelajaran sesuai materi yang dikembangkan secara daring oleh gurunya.

Namun demi kelancaran pembelajaran dengan metode itu, para orang tua harus menjadi guru bagi anaknya di rumah, atau biasa dikenal dengan istilah parenting.

Siapapun orang tua di rumah, baik itu ibu atau bapak, mereka kata dia sekaligus menggantikan peran guru di rumah bagi anak-anaknya.

“Apa yang dilakukan guru di rumah karena kurikulum tidak ada di rumah, tidak ada materi yang disiapkan, tapi ada yang namanya kurikulum yang tersembunyi, tetapi langsung dijadikan modeling oleh orang tua, seperti metode homeschooling,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FGD, Haryanto, menjelaskan kegiatan ini mengangkat judul menyamakan persepsi metode pembelajaran, baik daring maupun luring pada masa pandemi.

“Alhamdulillah hari ini kita mendatangkan narasumber yang memang kompeten untuk memberikan materi kepada para audiens,” kata Haryanto.

Ada beberapa poin penting yang diangkat dalam forum ini, di antaranya tentang kekhawatiran masyarakat terhadap karakter, budi pekerti, hingga ke penekunan mental dasar peserta didik.

“Ini tadi disampaikan oleh Profesor, jadi kita harus menyamakan persepsi itu. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.

Hadir juga dalam kegiatan FGD ini kepala sekolah, komite sekolah, pemerhati pendidikan, penyelenggara yayasan serta penyelenggara pendidikan formal dan informal. (taufik)

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel