Keseruan di Taman Wisata Alam Eco Edu Park Panbil, Bisa Foto dengan Hewannya

3167
Eco Edu Park Panbil Batam
Eco Edu Park Panbil Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Taman Wisata Alam (TWA) Eco Edu Park Panbil, Edukasi Bernuansa Alam kini telah hadir di Jl. Ahmad Yani, Muka Kuning, Batam. Setelah sukses dengan pembangunan industrial, komersial, villa, hotel dan apartemen di kawasan hunian aman dan nyaman di tengah kota Batam, kini Panbil GROUP itu meluncurkan pusat rekreasi keluarga, Panbil Nature Reserve Eco Edu Park. Ditambah lagi, suasana alamnya sengaja diciptakan alami dan sangat asri, sehingga tempat ini sangat nyaman dan cocok untuk liburan keluarga.

Galih J. Purnama, selaku Operational General Manager-Panbil Nature Reserve menjelaskan, tujuan dari pembangunan wahana edukasi bernuansa alam ini adalah ikut berpartisipasi dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan (UMKM) Batam khususnya dan Kepulauan Riau pada umumnya dalam bidang pariwisata yang dalam hal ini bekerja sama dengan Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP Batam, KSDA & KLHK.

Honda Capella

“Ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata edukasi pengenalan konservasi alam. Mulai dari area pintu masuk pengunjung, dapat mengeksplorasi beberapa spot di area khusus satwa, seperti taman kelinci, paviliun burung, kubah merak albino dan kolam ikan koi terbesar di kota Batam,” kata Galih J. Purnama Senin (6/12/2021) di Eco Edu Park Panbil Nature Reserve, Jl. Ahmad Yani, Muka Kuning, Batam.

Salain itu, Galih menyebutkan ditempat ini pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan satwa dan memberi makan dengan pengawasan petugas.

“Pada jadwal tertentu juga ditampilkan “Animal Encounters, dimana pengunjung dapat bertemu secara langsung untuk berinteraksi dan berfoto bersama satwa-satwa seperti burung makaw, kura-kura, ular dan berang-berang,”sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan Galih, setelah lelah beraktivitas, pengunjung dapat singgah ke The Artrium yang menawarkan konsep one stop venue yang siap memanjakan lidah para pengunjung dengan kehadiran ritel kuliner yang lengkap, mulai dari coffee shop, restoran hingga gerai es krim.

BACA JUGA Waduh, 8 Singa di Kebun Binatang Nehru India Positif Corona

“Untuk menunjang kebutuhan harian, The Artrium juga dilengkapi dengan fasilitas supermarket yang luas,”ucapnya.

Sedangkan untuk Gedung The Artrium hadir dengan desain cozy dan homey dalam balutan seni mural cantik bertemakan ‘’A Fortunate Universe’’ menggambarkan ekosistim flora dan fauna yang ada di Panbil Nature Reserve.

Pria yang akrab disapa dengan Pak Galih ini mengatakan‘’untuk program aktivitas kedepannya, Panbil Nature Reserve akan menambahkan beragam aktivitas outdoor yang menggabungkan konsep pengenalan edukasi ekowisata dan aktivitas alam seperti hiking, jungle trekking, bersepeda dan observasi flora serta fauna.

“Dimana salah satunya nanti pengunjung dapat melakukan interaksi pengamatan rusa-rusa di area penangkaran yang berada di tengah khasnya suasana hutan dataran rendah Batam yang asri,”kata dia.

Untuk diketahui bersama, Panbil Nature Reserve buka setiap hari dan GRATIS biaya masuk dengan jadwal sebagai berikut Jam Operasional buka setiap hari 07.00 – 22.00 dengan jadwal interaksi dengan satwa hari biasa 16.00 – 18.00 Sabtu, Minggu & hari libur 09.00 – 11.00 lalu, jam 16.00 – 18.00

Sementara itu, CEO Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang mengatakan, dalam mengelola dan mengembangkan kawasan konservasi alam ini, Panbil Group bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan kepatuhan dan ketaatan terhadap kaidah-kaidah pelestarian hutan dan lingkungan hidup.

“Pasca recovery dari wabah pandemi yang berlangsung secara global 2 tahun kemarin, pihaknya optimis dengan kehadiran Panbil Nature Reserve (atau biasa disingkat PNR) ini bisa turut serta membantu program pemerintah terutama dalam memajukan kembali bidang Pariwisata,”kata Johanes Kennedy Aritonang. Eco Edu Park Panbil Nature Reserve ini, berdiri di atas kawasan perbukitan dan lembah seluas 200 hektar.

“Panbil Nature Reserve mengusung konsep perpaduan taman wisata alam dan edukasi, menyuguhkan berbagai wahana yang menggabungkan hiburan, petualangan dan ilmu pengetahuan,”ungkap Johanes Kennedy Aritonang. (*)

Pengirim :Taufik Chaniago

FANINDO