WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ratusan buruh di Kota Batam kembali berunjuk rasa menuntut kenaikan UMK tahun 2022, Kamis (23/12/2021).
Massa buruh dalam aksinya meminta Walikota Batam Muhammad Rudi memperjuangkan tuntutan mereka ke Gubernur Kepri.
Permintaan buruh ini lantaran upaya mereka menuntut kenaikan UMK untuk tahun 2022 itu tak kunjung menemui kesepakatan.
“Bukannya dulu Bapak Walikota Batam Rudi bersama kita memilihnya, bahkan sampai mati-matian mendukung hingga sekarang sudah menjabat. Lantas kenapa nggak bisa perjuangkan nasib buruh ini,” kata seorang buruh saat berorasi di depan Kantor Walikota Batam.
Karena itu, massa buruh ingin Rudi merekomendasikan angka yang layak kepada Gubernur Kepri. “Kami mohon dengan sangat kepada Bapak Walikota yang terhormat agar merekomendasikan angka yang layak kepada Gubernur Kepri untuk UMK Batam tahun 2022,” teriak massa buruh.
Unjuk rasa buruh di depan Kantor Walikota Batam ini disambut Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad.
Kedua pihak kemudian melakukan pertemuan yang menghasilkan tuntutan buruh akan disampaikan ke Gubernur Kepri.
Usai menggelar aksi di depan Kantor Walikota Batam, massa buruh rencananya juga akan menggelar aksi di Kantor DPRD Batam.
Aksi unjuk rasa massa buruh yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja ini mendapat pengawalan ketat personel gabungan dari kepolisian dan TNI.
Sebagai informasi, UMK Batam tahun 2022 telah ditetapkan sebesar Rp 4.186. Angka tersebut mengalami kenaikan 0,85 persen dari besaran UMK tahun 2021. (taufik)





























