Kazakhstan Negara Mayoritas Muslim Diambang Perang Sipil, Diberitakan Kepala Petugas Dipenggal

122
Kazakhstan Negara Mayoritas Muslim
Kazakhstan Negara Mayoritas Muslim Diambang Perang Sipil

WARTAKEPRI.co.id – Negara bekas pecahan Uni Soviet, Kazakhstan diambang kehancuran paska terjadi aksi demo masyarakat terhadap pemerintah yang menjabat saat ini.

Peran Rusia yang diminta tolong dalam pengamanan mendapat sindiran dari pemerintah Amerika. Konflik merebet hampir keseluruh provinsi di Kazakhstan.

Dikutip dari CNN Indonesia, Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, memang mengakui pihaknya meminta bantuan Rusia dan koalisi CSTO untuk meredam kerusuhan di negaranya.

Dan, sejak demo terjadi, hingga Jumat (7/1), demonstrasi protes kenaikan harga LPG di Kazakhstan dilaporkan telah menewaskan 28 polisi dan 16 demonstran. Sebagaimana dilansir ABC News, di antara 28 polisi yang meninggal, ada petugas ditemukan dipenggal.

Selain itu, lebih dari 3.000 orang telah ditahan akibat kerusuhan ini. Kerusuhan besar-besaran ini bahkan juga menyebabkan kabinet pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Askar Mamin mengundurkan diri massal pada Rabu siang.

Demonstrasi sebenarnya dimulai sejak pekan lalu di Provinsi Mangistau dan daerah lain di barat Kazakhstan. Pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga LPG, yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan di kawasan barat negara itu.

Pemerintah sebenarnya sudah kembali menurunkan harga LPG pada pekan ini. Namun, tuntutan rakyat terlanjur meluas.

Mereka menolak andil mantan pemimpin Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, yang dinilai masih memegang pengaruh di pemerintahan.

Aksi pun sudah menjalar ke berbagai daerah lain di Kazakhstan. Demo kian rusuh ketika para pengunjuk rasa menyerbu dan membakar gedung-gedung pemerintah. Aparat lantas berupaya menertibkan massa dengan menembakkan gas air mata dan melemparkan granat kejut ke arah demonstran.

Sejarah Kazakhstan

Dikutip dari wikipedia.org Kazakhstan (bahasa Kazakh: Қазақстан / Qazaqstan dalam aksara Latin, bahasa Qaragandı: ұғуҚазақштаны бгу / wğuQazaqştanı bgu), secara resmi dikenal Respublikası Qazaqstan Federalsanı (Республикасы Қазақстан Федералсаны) adalah sebuah negara lintas benua yang sebagian besar wilayah termasuk dalam kawasan Asia Tengah dan sebagian kecil lainnya termasuk dalam kawasan Eropa Timur.

Wilayahnya yang terbentang dari barisan Pegunungan Altai di timur, hingga Laut Kaspia di barat, menjadikan negara ini sebagai negara terluas ke-9 di dunia dan ke-2 terbesar dalam negara pecahan Uni Soviet setelah Rusia. Kazakhstan sering di sebut sebagai ” Virgin lands “, karena beberapa wilayahnya belum tersentuh sama sekali.

Sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan Rusia, terutama di sebelah utara dan barat. Di sebelah timur, berbatasan langsung dengan Republik Rakyat Tiongkok (provinsi Xinjiang).

Di sebelah selatan berbatasan dengan Uzbekistan, Turkmenistan, Kirgistan dan Laut Kaspia. Di negara ini banyak terdapat etnis Rusia. Tempat peluncuran roket luar angkasa Rusia, Baikonur, juga terletak di Kazakhstan.

BACA JUGA Mobil Listrik Akan Dibuat Pemerintah Rusia Masuk Tol Gratis

Sejarah Kemerdekaan

Kazakstan memproklamasikan kemerdekaannya pada 16 Desember 1991. Bangsa Kazakh adalah etnik terbesar yang menempati wilayah Kazakstan dan merupakan keturunan dari kabilah Turki dan Mongol. Pada awal abad XVIII, Kazakstan dikuasai Rusia.

Pada abad XIX, bersama kawasan di Asia Tengah, toleransi agama Kaza khstan yaitu 70.2% dari keseluruhan Muslim, 26.6% Kristen, 0.1% Buddhis, 0.2% kebanyakan Yahudi, dan 2.8% Atheis, sementara 0.5% memilih untuk tidak menjawab, kemungkinan Kristen dari campuran Rusia atau Eropa.

Ketika revolusi komunis menang di Rusia dan Uni Soviet berdiri, sejak tahun 1920, Kazakstan dijadikan salah satu dari 15 negara yang tergabung dalam Uni Soviet. Seiring dengan bubarnya Uni Soviet, Kazak stan pun memerdekakan diri dan menjadi negara berbentuk Republik. Negara ini memiliki keuntungan secara geografis karena terletak di antara Asia Tengah dan Eropa Timur, sehingga secara geopolitik layak diperhitungkan.

Luas wilayah Kazakhstan adalah 2.717.300 km persegi yang menjadikannya sebagai negara terbesar di Asia Tengah, dan kedua terbesar setelah Rusia di antara negara-negara pecahan Uni Soviet.

Dataran Kazakhstan didominasi oleh gurun pasir dan steppes atau padang rumput, meskipun yang menjadi batas wilayah Kazakhstan di wilayah Timur dan Selatan adalah pegunungan.

Kazakhstavn merupakan salah satu dari dua negara yang terkurung daratan di dunia yang memiliki wilayah di antara dua benua (yang lainnya adalah Azerbaijan). Dengan luas 2.700.000 kilometer persegi (1.000.000 sq mi), setara dengan ukuran Eropa Barat, Kazakhstan adalah negara kesembilan terluas dan negara yang terkurung daratan terbesar di dunia.

Ketika merdeka, Kazakhstan tidak mempunyai angkatan bersenjata sendiri. Hal ini dikarenakan tentara yang dulu bertugas di Kazakhstan adalah tentara Uni Soviet yang kemudian kembali ke Rusia. Pada tahun 1992, barulah mereka mendirikan pasukan pertahanan nasional.

Perhitungan pada tahun 2003, menunjukkan statistik bahwa angkatan darat mereka berkekuatan 46.800 orang, sedangkan angkatan laut sekitar 100 orang, dan angkatan udara berkisar pada angka 19.000 orang. Kazakhstan juga mempunyai tiga unit paramiliter yaitu Garda Nasional, Pasukan Keamanan Kementrian Dalam Negeri, dan pasukan perbatasan. Ketika berumur 18 tahun, semua pria di Kazakhstan diharuskan mengikuti wajib militer dengan masa pengabdian selama 2 tahun.

Ekonomi Kazakhstan

Perekonomian Kazakhstan sebagian besar mengandalkan sumber daya alam mereka. Tekstur tanahnya yang sebagian besar rata dan terbuka serta didominasi dengan padang rumput, memberikan Kazakstan kesempatan dalam memajukan serktor pertanian mereka terutama gandum. Selain itu, padang rumput tersebut juga menjadi keuntungan tersendiri bagi sektor peternakan di Kaza khstan.

Dibawah hamparan padang rumput Kazakhstan, terdapat timbunan mineral, termasuk minyak, yang sangat berlimpah. Industri-industri baru dalam bidang pertambangan dan penyulingan minyak terus berkembang, sesuatu hal yang membuat perekonomian Kazakstan menjadi lebih bervariasi.

Pada tahun 2003, gross domestic products (GDP) mereka telah menyentuh angka 29,7 miliar dolar Amerika. Bidang jasa memberikan kontribusi terbesar dengan menyumbangkan 53,9% dari total GDP Kazakhstan. Disusul kemudian oleh sektor industri 38%, dan agrikultur sebesar 8%.

Sejarah perekonomian Kazakhstan baik sebagai bagian dari Uni Soviet dan sebagai negara merdeka, tidaklah menggembirakan. Pada awal abad ke 20, rakyat Kazakstan adalah bangsa nomaden yang hanya mengandalakan pertanian yang berpindah-pindah pula sebagai ciri bangsa nomaden. Pada masa Sovyet negara ini mengalami perubahan yang sangat besar dan cepat.

Sebagian besar padang rumput di bagian utara Kazakhstan dikonversi menjadi peternakan milik negara. Namun, sebagai bagian dari Uni Sovyet, perkembangan Kazakhstan jelas terikat dengan Rusia. Sebagian besar jalur komunikasi dan transportasi harus melalui Rusia. Hal ini ternyata mendatangkan polemik tersendiri pada masa transisi kemandirian ekonomi ketika mereka merdeka. (*)

Sumber : CNN Indonesia dan https://id.wikipedia.org/wiki/Kazakhstan
Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA