Artis Mulai Main, Nilai Transaksi Non Fungible Token atau NFT Tembus Rp357 Triliun di 2021

89
NFT Non Fungible Token
NFT Non Fungible Token

WARTAKEPRI.co.id – Platform pelacak pasar, Dappradar, melaporkan tren transaksi penjualan non fungible token ( NFT ) menyentuh angka US$25 miliar (sekitar Rp357 triliun) sepanjang 2021. Peningkatan ini seiring makin populernya mata uang kripto. Di sisi lain, laporan tersebut juga menengarai adanya tren pelambatan menjelang akhir tahun, seperti dilansir Reuters.

Total volume transaksi NFT tersebut tumbuh signifikan dari penjualan tahun sebelumnya yang hanya US$94,9 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Dappradar melakukan penghitungan berdasarkan data yang diperoleh dari sepuluh platform blockchain berbeda, yang digunakan untuk melacak kepemilikan NFT.

Di Indonesia, tren NFT juga meningkat bila dilihat dari makin banyaknya pemain marketplace lokal yang berencana ataupun telah merilis layanannya, seperti Paras.id, Enevti, Kolektibel, Baliola, Artsky, dan Tokomall milik Tokocrypto.

Sejak diluncurkan Agustus tahun lalu, Tokomall melaporkan telah memiliki lebih dari 10 ribu kolektor, 60 mitra resmi, serta lebih dari 8.000 aset NFT hingga akhir 2021.

Sejumlah pesohor Tanah Air juga ikut meramaikan pasar NFT, seperti Syahrini yang meluncurkan Welcome to The Metaverse, Luna Maya yang menjual NFT di Bakery Swap, hingga Anang Hermansyah yang menggarap gim berbasis NFT dengan token kriptonya sendiri bernama Asix.

Selain itu, ada pula beberapa brand lokal yang merambah industri NFT, di antaranya peritel The Goods Dept melalui The Goods Society serta Bumilangit Digital Mediatama yang meluncurkan karakter digital Gundala dan Sri Asih.

Di samping itu, secara global harga sejumlah NFT berupa aset digital seperti gambar, video, dan lahan di metaverse juga dilaporkan naik cepat dalam kurun satu tahun terakhir. Rekor tertinggi yang tercatat adalah penjualan karya NFT dalam platform lelang digital Chirstie’s pada Maret lalu yang transaksinya mencapai US$69,3 juta (sekitar Rp985 miliar).

Dappradar menyatakan estimasi volume penjualan ini bisa jadi berbeda tergantung platform penyedia data yang mencatatnya. Transaksi yang dilakukan secara off-chain, seperti penjualan karya seni NFT di sebuah rumah lelang seringkali tidak terlacak pada penghitungan data di atas.

Bila diperinci, kategori NFT yang dapat dikumpulkan (digital collectible) merupakan item paling populer, yang kemudian diikuti karya seni. Beberapa aset digital lainnya yang juga diburu adalah sebidang tanah di dunia metaverse.

Sumber : id.techinasia.com

# Non Fungible Token

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA