Home Berita Utama Taukah Anda? 21 Januari 1985 Candi borobudur Dibom Karena Sentimen Agama

Taukah Anda? 21 Januari 1985 Candi borobudur Dibom Karena Sentimen Agama

Pengeboman Candi Borobudur 21 Januari 1985
Pengeboman Candi Borobudur 21 Januari 1985
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id – Banyak masyarakat Indonesia tidak mengetahui atau mungkin lupa, aksi pengeboman dengan sentimen agama di Indonesia juga pernah terjadi pada awal tahun 1985. Pelaku mengebom Candi borobudur.

Tepatnya, pada 21 Januari 1985 terjadi pengeboman oleh dua orang bersaudara yang diketahui bernama Abdulkadir bin Ali Al-Habsyi dan Husein bin Ali Al-Habsyi. Peristiwa pengeboman yang dijuluki sebagai “tragedi kepurbakalaan terburuk yang pernah ada”.

Padahal, Candi borobudur, candi umat Buddha terbesar di Indonesia yang berdiri megah di Magelang dengan banyak pengunjung setiap waktunya. Tidak memandang agama maupun ras, sekarang Borobudur menjadi objek wisata yang diminati orang-orang lintas generasi.

Kronologis Kejadiannya

Pada 21 Januari 1985, Pukul 01.30 dini hari, 10 menit setelah satpam Borobudur atas nama Suyono dan Triyanto berpatroli kawasan, tiba2 sebuah ledakan keras terdengar dari arah candi. Mereka berdua beserta ke 54 satpam lainnya terhenyak dan panik.

Kondisi kawasan yang gelap membuat semua satpam tidak mengetahui asalnya. Selang satu menit kemudian, masih ditengah kepanikan dan kebingungan para petugas satpam, ledakan kedua terdengar dan kali ini asap putih membumbung dari sisi timur candi.

Bergegas kedua orang itu lari melapor ke pos induk. Secara beruntun, kemudian terdengar beberapa ledakan lagi sepanjang dini hari itu.

Tidak banyak yang bisa mereka lakukan dalam suasana yang gelap gulita itu, ditambah, mereka masih belum diketahui apa yg sebenarnya terjadi.

Petugas Garnisun Magelang tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung menyisir kawasan candi yang terkena ledakan. Mereka menyaksikan bahwa batu-batu Candi Borobudur sudah berserakan. Terlihat dengan jelas kalau kejadian ini memang disengaja.

Ledakan bom ternyata telah merusak 9 stupa berlubang. 3 stupa yang berada di sisi timur batur pertama Arupadhatu, 2 stupa lagi yang terdapat di batur kedua dan 4 stupa lainnya di batur ketiga.

Namun, muncul kabar kalau belum semua bom yang dipasang meledak. Masih ada yang bom lainnya yang terpasang dan menunggu waktu untuk diledakkan.

BACA JUGA Kenapa Artis Vicky Shu Nikah 23 September Pilih di Candi Borobudur?

Sekitar pukul 05.00 WIB pagi, seorang personel Satuan Brimob Polda Jawa Tengah diperintahkan Dansat Brimob Kolonel Pranoto yang menjabat Kasat Brimob waktu itu, untuk mendatangi Candi Borobudur dan juga bertugas untuk menjinakkan bom. Anggota itu bernama Serka Sugiyanto.

Bersama dengan tim Jihandak atau Penjinak Bahan Peledak dari Kompi 5155 Brimob Yogyakarta, team menemukan 2 buah bom yang dipasang dan siap meledak. Ternyata, pelaku teror berencana akan meledakkan 11 bom di Candi Borobudur dan pukul 08.00 WIB adalah waktu bom terakhir.

Dari 11 buah bom, ada 9 bom yang meledak dan 2 bom dapat dijinakkan oleh Serka Sugiyanto seorang diri.

Dalam proses penjinakan bom itu, Sugiyanto hanya membawa sebuah tool kit standar operator penjinak, selimut bom, dan sebuah metal detector. Tidak ada X-ray seperti saat ini.

Dua bom yang berhasil dijinakkannya berupa dinamit yang masing-masing beratnya sekitar 1 kg. Dinamit itu dilengkapi dengan sebuah inisiator, 2 baterai dan sebuah timer.

Setelah melakukan penyelidikan, Polri akhirnya menangkap pelaku peledakan bom, dua bersaudara, yang bernama : Abdulkadir bin Ali Al-Habsyi dan Husein bin Ali Al-Habsyi yang didakwa sebagai pelaku dari peledakan Candi Borobudur ini.

Dalam persidangan kasus ini, jaksa menduga tindakan pengeboman terhadap Candi Borobudur merupakan aksi balas dendam dari Abdulkadir dan kawan-kawannya itu adalah pembalasan atas peristiwa Tanjung Priok pada tahun 1984 yang menewaskan puluhan nyawa.

Menurut pengakuannya, Abdulkadir mengaku dia tidak mengetahui rencana pengeboman tersebut. Abdulkadir dan ketiga org lainnya pada awalnya sekedar diajak oleh Mohammad Jawad untuk “berkemah” ke Candi Borobudur sebelum kemudian dibujuk oleh Mohammad Jawad untuk mengebom candi itu.

Sebagai pelaku di lapangan, diketahui bahwa Abdulkadir bukanlah seorang yang profesional. Dirinya mengaku bahwa tidak mengetahui seluk-beluk teknikal sebuah bom dan hanya mengiyakan bujukan dari “Ibrahim”, rekannya.

Setelah menyetujui bujukan Ibrahim, mereka kemudian diberikan beberapa bom yang sudah dirakit.

Menurut pengakuannya, Ibrahim adalah orang yang merakit bom-bom tersebut. Bahan bom terbuat dari trinitrotoluena (TNT) tipe batangan PE 808 / tipe produksi Dahana.

Setiap bom rakitan ini terdiri dari dua batang dinamit yang dipilin dengan selotip. Abdulkadir dan pelaku yang lainnya hanya tinggal memasangnya di dalam stupa dan menekan tombol berupa tombol arloji untuk mengaktifkan bom waktu yang dimaksudkan menghancurkan Candi itu.

lkadir bin Ali Al-Habsyi kemudian divonis oleh Pengadilan Negeri Malang dengan vonis hukuman penjara selama 20 tahun setelah dinyatakan terbukti sbg pelaku peledakan bom itu. Kakak dari Abdulkadir, Husein bin Ali Al-Habsyi kemudian mendapat vonis hukuman penjara seumur hidup.

Keduanya dipenjara di Lapas Kelas I Lowokwaru, Malang. Abdulkadir bin Ali Al-Habsyi pada kemudian hari mendapat remisi dari Presiden setelah menjalani masa hukuman selama 10 tahun, dan Husein bin Ali Al-Habsyi mendapat grasi dari Presiden B.J. Habibie tanggal 23 Maret 1999.

Namun sampai sekarang Husein bin Ali Al-Habsyi menolak tuduhan atas keterlibatannya dalam peledakan Borobudur dan menuding Mohammad Jawad, sosok misterius yg belum ditemukan hingga kini sebagai dalang peristiwa pemboman itu.
a korban jiwa dalam kasus pengeboman ini.

Atas jasanya, Serka Sugiyanto selaku penjinak 2 bom yang belum meledak di Borobudur mendapatkan penghargaan dari Kapolri dan juga mendapat kesempatan untuk melanjutkan jenjang kariernya menjadi perwira Polri.

Kisah ini dipublikasi oleh akun twitter mwv.mystic @mwv_mystic, pada Jumat (21/1/2022) di laman twitternya.(*)

Tulisan ini dipublikasi di : borobudurnews

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp