Antusiasme Awali Hybrid Learning 10 Mahasiswa Program Doktor Hukum Unissulla di Batam

Mahasiswa S3 Hukum Unissulla
Mahasiswa S3 Hukum Unissulla Mahasiswa S3 Hukum Unissulla

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sepuluh master hukum asal Kepri dan Sumatera Utara berkumpul pertanda keseriusan mereka untuk mengiikuti program S3 Doktor bidang hukum di Unissula Semarang.

Mereka Calon mahasiswa S3 untuk memilih kuliah di Universitas Islam Sultan Agung yang merupakan World Class Islamic University dan perguruan tinggi islam swasta dengan akreditasi institusi “A” oleh BAN-PT, yang juga terakreditasi internasional oleh ASIC United Kingdom dan ABEST21.

Pertemuan pra kuliah S3 Program doktor ilmu hukum (PDIH) angkatan-20 ini dilaksanakan pada hari Sabtu (29/1/2022) di Cafe Nasi Kapau Tiban, Kecamatan Sekupang Batam. Diskusi santai ini guna menjelaskan teknis perkuliahan dan persiapan penelitian saat menjalani perkuliahan di Unissula Semarang.

Honda Capella

“Ada ungkapan yang tertulis “Belajar di waktu muda bagai mengukir diatas batu, sedangkan belajar di waktu tua bagai melukis di atas air” Itulah petikan lagu yang tren di era 80-an yang dipopulerkan salah satu orkes Melayu, El Suraya. Hal yang sering juga kita dengarkan ungkapan soal mencari ilmu sampai ke negeri cina,yang merupakan ungkapan agar kita tidak berhenti untuk mencari ilmu walaupun usia kita sudah tua,namun belajar tidak mengenal batas usia,” papar peserta pra Kuliah S3 ini.

Sementara tampak antusias perbincangan yang diikuti secara zoom meeting dan tatap muka oleh calon mahasiswa S3 PDIH yang berasal dari Batam, Tanjung Pinang Bintan dan calon mahasiswa yang berdomisili di kota Medan.

Penunjukan koordinator perkuliahan jarak jauh di Batam berdasarkan surat keputusan No:0008A.1/PDIH-FH yang dikeluarkan oleh Ketua PDIH Unissula yakni, Prof.Dr.Hj.Anis Mashdurohatun,SH.,M.Hum.

Menurut koordinator, Dr. Henry Aspan mengatakan untuk perkuliahan S3 PDIH angkatan-20 tahun 2022 memiliki julukan kelas “MEBARELANG”.
“Kelas MEBARELANG singkatan dari Medan dan Barelang yang mahasiswa nya berdomisili di Kepri dan Medan,”ujar Henry Aspan.

Henry Aspan menjelaskan untuk perkuliahan masih dilaksanakan secara daring. Sedangkan syarat mutlak bagi mahasiswa S3 PDIH tentunya sudah menyelesaikan pendidikan S2 Magister dari pelbagai disiplin ilmu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dr.Fadlan menambahkan bahwa perkuliahan program doktor ilmu hukum yang dilaksanakan dari kota Batam ini sebagai bentuk perhatian guna meningkatkan sumber daya manusia khususnya Doktor Ilmu Hukum di wilayah Provinsi Kepri.

“Semakin banyak yang memiliki kualifikasi keilmuan dengan grade S3 akan menjadi mitra kritis,teman berdiskusi dalam berbagai kajian untuk pengambilan keputusan dan kebijakan,yang bertujuan mendukung pembangunan ProvinsiĀ  Kepri kedepannya,” imbuh Dr.Fadlan.

Menanggapi perkuliahan program doktor Agus Siswanto Siagian mengatakan menyambut baik kehadiran kuliah dengan cara pembelajaran daring maupun hybrid learning di kelas khusus di Batam, mengingat situasi pandemi membuat pemanfaatan teknologi semakin maksimal di dunia pendidikan.

Agus berharap pendidikan bisa menumbuhkan semangat untuk terus belajar hal-hal baru,soalnya pendidikan menjadi hal penting dalam kehidupan manusia.

“Untuk menggapai impian segala macam upaya harus dilakukan salah satunya melalui pendidikan”kata Agus Siswanto yang berprofesi sebagai jurnalis CNN Indonesia televisi.(*/r)

Kiriman: AgS

FANINDO