Herry Wirawan Pemerkosa Belasan Santri di Bandung Jalani Sidang Vonis Hukuman Mati Besok

663
Herry Wirawan
Herry Wirawan saat digiring petugas menuju mobil tahanan. (Foto: Republika)

WARTAKEPRI.co.id, BANDUNG – Sidang vonis hukuman mati pemerkosa belasan santri hingga hamil di Kota Bandung dengan terdakwa Herry Wirawan dijadwalkan besok, Selasa 15 Februari 2022.

Sidang ini bakal berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Herry pada sidang tersebut nantinya bakal mendengarkan putusan hakim soal hukuman yang akan diterimanya.

Melansir Sindonews.com, Herry merupakan oknum guru, sekaligus pimpinan pondok pesantren yang memperkosa 13 santriwati hingga hamil dan melahirkan.

Diketahui, selain dituntut hukuman mati, beragam ancaman hukuman lainnya pun kini menghantui pria berusia 36 tahun itu, mulai dari hukuman denda hingga kebiri kimia.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Dodi Gazali Emil mengatakan, jadwal sidang vonis Herry Wirawan belum berubah.

“Ya, masih (sesuai jadwal vonis, besok),” ujar Dodi, Senin (14/2/2022).

Baca Juga: Anda Pasti Nyesek Mengetahui Prilaku Predator Herry Wirawan, Perkosa Santri depan Istri

Menurut Dodi, rencananya, sidang akan berlangsung secara terbuka. Namun, saat disinggung kehadiran Herry dalam sidang, pihaknya belum bisa memastikan.

“Untuk kehadiran HW (Herry Wirawan), nanti dipastikan dahulu,” katanya.

Sementara itu, Ira Mambo, kuasa hukum Herry Wirawan juga membenarkan bahwa kliennya akan menjalani sidang vonis, besok. Dia juga menyebut, sidang akan berlangsung secara terbuka.

“Agenda putusan besok. Terbuka kalau putusan,” sambung Ira.

Soal kesiapan Herry menghadapi vonis besok, Ira tak bisa memastikan. Menurut dia Herry terus berdoa menghadapi vonis yang akan disampaikan hakim besok.

“Dalamnya lautan bisa diukur, hati orang siapa tahu. Saya tidak bisa mewakili perasaan Herry. Ya tentu berdoa saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Asep N Mulyana dalam sidang tuntutan menegaskan, menuntut Herry dengan hukuman mati.

Herry dijerat Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) jo Pasal 78D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.41 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke Dua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sumber: Sindonews

Honda Capella

FANINDO