Bupati Wan Siswandi: Mangrove Pering Ikon Pariwisata Natuna

582
Mangrove pering Natuna

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA- Bupati Natuna, Wan Siswandi terpesona akan keindahan Taman Wisata Mangrove yang berada di Pering, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.

Pernyataan tersebut disampaikanya dihadapan sejumlah pejabat Forkopimda dan OPD saat meresmikan taman wisata mangrove.

Dirinya mengaku sempat masuk duluan sebelum peresmian dimulai, semakin masuk kedalam area wisata mangrove, makin terlihat pesona keindahannya.

Wisata mangrove
Wisata Magrove Pering

“Ini merupakan salah satu ikon wisata masyarakat Natuna, untuk itu saya minta untuk bersama-sama mempromosikan dan menjaga wisata mangrove ini,” terangnya.

Usai meresmikan taman wisata mangrove Pering, Bupati Siswandi mengajak rombongan pejabat untuk melihat-lihat taman mangrove yang letaknya tak jauh dari sekolah SMA 2 Pering.

Siswandi beserta rombongan menyusuri jogging trek berupa jembatan kayu, berkeliling menikmati keindahan panorama pantai muara yang berbalut hutan mangrove.

Menurut Siswandi, Natuna sendiri banyak memiliki potensi wisata, salah satunya taman mangrove. Dengan demikian, wisata mangrove dapat menjadi ikon bagi masyarakat.

“Wisata Natuna akan lebih bergerak lagi kedepan, karena kita ingin natuna ini tidak hanya di kenal dari Migas dan pertahanan, namun wisatanya juga harus bisa terkenal,” ujar Siswandi kepada sejumlah wartawan.

Dalam kesempatan itu, Siswandi mengucapkan terimakasih kepada Dinas Parawisata Natuna yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan.

Siswandi berharap dengan dibukanya untuk umum, wisata taman mangrove Pering dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pering.

Mangrove Pering Natuna

“Dan tentunya dengan terbuka untuk umum, kita berharap masyarakat punya pilihan lain untuk menikmati tempat wisata, selain pantai dan gunung,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hardinansyah berharap dengan diresmikannya objek wisata mangrove bisa memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.

Hal ini seperti yang ia sampaikan kepada awak media ketika menghadiri acara peresmian wisata mangrove pering, pada Jumat (11/03/2022).

Dikatakan Hardinansyah, melalui objek wisata ini masyarakat sekitar tentunya dapat berjualan makanan serta oleh-oleh khas Natuna.

“Biasanya objek wisata baru ini pengunjungnya pasti luar biasa ramainya, jadi manfaatkanlah momen ini,” sebut Kadisparbud.

Lanjut Hardinansyah, dimasa pandemi ini seluruh masyarakat merasakan sulitnya perekonomian.

“Maka dari itu, melalui objek wisata ini kita mencoba membantu masyarakat untuk kembali menghidupkan gairah perekonomian di tengah pandemi,” ucapnya.

Selain itu Hardinansyah juga memaparkan, untuk saat ini objek wisata mangrove bisa di nikmati secara gratis.

“Untuk saat ini para pengunjung tidak dikenakan biaya, kita masih membahas regulasi terkait tiket masuk dan tiket parkir dengan BPKAD, mungkin kedepan selepas Ramadhan baru kita terapkan terkait biaya ini,” sebutnya lagi.

Terkait biaya masuk dan parkir ini, ia juga memaparkan, pada dasarnya pungutan bayaran ini dimaksudkan untuk peningkatan kualitas dan pelayanan objek wisata itu sendiri.

“Jangan masyarakat salah kaprah menanggap biaya masuk dan parkir ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, namun lebih ke peningkatan kualitas maupun pelayanan wisata itu sendiri,” jelasnya.

Dengan pembangunan meliputi jembatan sepanjang 1 KM lebih, pembukaan akses jalan masuk, hingga pengolahan tempat parkir, menelan anggaran Rp. 2,2 miliyar.

“Mangrove ini sebagai penguatan wisata, sebagaimana nawacita pak Presiden,” pungkasnya.

Sementara Ardin yang merupakan pengiat sekaligus pelopor Wisata Magrove Pring kondisinya saat ini tidak sehat mengalami struk ringan terbaring di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi wisata Mangrove Pring.

Dirinya sangat bersyukur walau tidak dapat melihat lebih dekat peresmian namun hatinya sangat puas dan bangga.

Panjang pelantar pada wisata mangrove di Natuna ini 1.015 meter dengan lebar dua meter. Hal ini menjadikannya sebagai wisata mangrove terluas di Provinsi Kepulauan Riau. Wisata mangrove ini akan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Darwis) yang ada di Pering.

Luas mangrove ini lebih dari 500 hektare. Sampai ke Sungai Ulu.
(Rky)

Honda Capella

FANINDO