Berawal Masalah Parkir, Olivia Terima PHK Sepihak dari RS Awal Bros

Olivia di Komisi IV DPRD Batam
Olivia di Komisi IV DPRD Batam. (Foto: Adi/Wartakepri)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Lima belas tahun bekerja sebagai karyawan RS Awal Bros Batam, Sondang Olivia menerima Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak. Bukan karena melanggar peraturan kerja, Olivia di PHK karena permasalahan parkir.

“Saya diintimidasi dan tertekan hanya gara-gara parkir saya dituduh lakukan pungli, tidak ada kesempatan untuk mediasi dari manajemen hingga saya kena PHK,” keluh Olivia saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Batam, Senin (14/3/2022).

Olivia datang ke Komisi IV DPRD Batam didampingi suami dan kuasa hukumnya. Di hadapan Ketua Komisi IV, Olivia pun menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya.

Saat itu, Olivia memulai ceritanya, berawal dari usai bekerja dan ingin kembali pulang. Namun di tempat parkir mobil miliknya terhalang oleh mobil lain pengunjung rumah sakit. Mendapati kondisi ini Olivia melapor ke pengelola parkir dan ke bagian sekuriti hingga menunggu selama dua jam.

Setelah mendapat laporan, pihak sekuriti berupaya mencari pemilik mobil dengan melakukan pemanggilan melalui informasi secara berulang (lebih dari tiga kali) namun pemilik mobil tidak kunjung datang.

BACA JUGA RS Awal Bros Buka Layanan Vitrektomi Pertama di Batam

“Selama dua jam saya menunggu di mobil dengan keadaan mesin dan AC hidup sampai menghabiskan BBM,” kata dia.

Lepas dari dua jam menunggu, pemilik mobil yang menghalangi mobil Olivia datang tanpa merasa bersalah dan langsung ingin pergi. Olivia berinisiatif memberitahu si pemilik mobil karena telah menghalangi mobilnya.

“Setelah saya tegur dan kasih tau kesalahannya, akhirnya dia minta maaf dan memberi kompensasi sebagai ganti minyak mobil sebesar Rp500 ribu (atas kesepakatan kedua pihak) dan disaksikan pihak sekuriti serta pengelola parkir RS Awal Bros,” ucapnya.

Beberapa hari kemudian, Olivia mendapat telepon dari rumah sakit bahwa ada seseorang oknum BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dikenalnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak manajemen RS Awal Bros.

Olivia dituduh dan merasa nama baiknya dicemarkan dengan telah melakukan pungli kepada salah seorang pasien RS Awal Bros. Ia diminta mengembalikan uang yang telah diterima dan harus meminta maaf.

“Saya sebagai karyawan tentu tidak terlalu bodoh-bodoh amat, atas dasar apa saya harus minta maaf dan saya tidak ada melakukan pungli, semua ada saksinya,” katanya.

Sampainya informasi terkait parkir ke pihak manajemen, Olivia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari tempat ia bekerja.

Sebagai karyawan Back Office dibagian payroll, Olivia mulai dimutasi sebagai admin rekam medis dengan tugas menghancurkan file pasien tanpa boleh melakukan pekerjaan lainnya.

Tak berselang lama, dia kembali dimutasi ke bagian gizi sebagai penanggung jawab cuci piring.

“Saya sangat kecewa, saya sengaja dibuat tidak betah agar mengundurkan diri, bahkan tidak diberi akses melakukan pekerjaan awalnya. Saya dipaksa menandatangani SP hingga SP 3, dan saya tidak mau menandatangani hingga berujung di PHK pada tanggal 9 Februari 2022. Permasalahan ini sudah saya laporkan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” kata dia.

Sedianya dalam RDP bersama Komisi IV DPRD Batam juga mengundang manajemen RS Awal Bros, namun tidak hadir dan hanya terlihat pihak sekuriti dan dari pihak pengelola parkir sebagai pihak ketiga.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Aman, yang ikut dalam RDP tersebut mengatakan, pihaknya tetap akan berusaha memediasi menyelesaikan persoalan tersebut hingga kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

Ditambahkannya, penyelesaian perihal itu juga harus jelas duduk perkaranya. Setelah itu, baru diketahui jalan keluarnya.

Menurutnya, sekuriti dan pengelola parkir yang hadir hari ini merupakan pihak ketiga dengan pihak Awal Bros. Aman juga menyayangkan pihak manajemen RS Awal Bros tidak hadir dalam RDP ini, sehingga Komisi IV DPRD Batam belum bisa memberikan rekomendasi solusi terbaik.

“Kita tentu akan membantu mencarikan solusi, istilahnya win-win solution. Jangan sampai ada yang dirugikan. Kami juga akan panggil manajemen rumah sakit terkait hal ini. Kami minta kepada pimpinan untuk menjadwalkan ulang RDP terkait masalah ini, karena hari ini yang seharusnya berkompeten tidak hadir,” kata Aman.

RDP yang dipimpin oleh Capt Luther Jansen yang turut dihadiri oleh Sekretaris Komisi IV Nina Melanie, Anggota M Mustofa, Mulia Rindo Purba ini, akan menjadwalkan ulang serta berharap pihak manajemen RS Awal Bros dan Disnaker hadir dalam rapat selanjutnya.

Sampai berita ini dimuat, Wartakepri sudah mencoba untuk mengkonfirmasikan hal ini ke pihak RS Awal Bros Batam namun belum mendapat tanggapan. (adi)

FANINDO

Honda Capella