Pengakuan Ahli Waris Lahan Pembangunan Tower XL di Desa Selayar Lingga

372
Pengakuan Ahli Waris Lahan Pembangunan Tower XL
Pengakuan Ahli Waris Lahan Pembangunan Tower XL di Desa Selayar Lingga. (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Lokasi atau lahan rencana pembangunan menara telekomunikasi milik XL di Desa Selayar, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga diduga bersengketa. Itu diketahui setelah pihak ahli waris sebenarnya mendapatkan informasi dari warga dan berita media ini yang berjudul “Diduga Terjadi Konspirasi Pengalihan Titik Koordinat Pembangunan BTS XL di Selayar” yang tayang pada 12 Maret 2022 lalu.

Mendapat kabar kalau lahan milik keluarganya yang berada di Kampung Tanjung Dua RT01/RW01 Dusun I Desa Selayar untuk pembangunan tower XL, sudah diakui oleh orang lain dan diterbitkan surat alas hak oleh pemerintah desa setempat.

Ahli waris tersebut bernama Rahman berusia 71 tahun. Ia berdomisili di Kampung Pengambil, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat.

Honda Capella

Saat ditemui wartawan di kediamannya Jumat (1/4/2022) yang lalu sekira pukul 09.30 WIB, Rahman menjelaskan bahwa dirinya sudah mendatangi kantor Desa Selayar menemui Kepala Desa dan mantan Sekretaris Desa yang sudah membuat surat alas hak atas nama orang lain.

“Mereka mengakui kalau mereka tidak mengetahuinya,” kata Rahman.

“Saya juga menemui walak saya/keluarga saya bernama H. Auzar. Saya meminta untuk dapat diselesaikan dengan pihak keluarga sebelah walaknya untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan,” tambahnya.

Namun hal itu tidak diindahkan sehingga membuat marah dirinya dan bermaksud akan menempuh ke jalur hukum atas dasar penyerobotan lahan.

Melalui sambungan telepon seluler, Minggu (17/4/2022), Rahman mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk menghambat atau mengagalkan pembangunan tower itu.

“Saya hanya minta pihak desa merubah surat itu atas nama saya, bukan nama Roni. Jika ini tidak diindahkan, maka kami dari pihak ahli waris akan menuntut hak atas tanah kami, dan sebagai bukti fisik di tanah milik kami ada perigi yang bernama perigi Cik Buyu, pohon mempelam besar, dan pohon kelapa yang sekarang mungkin sudah mati,” kata dia. (ravi)

FANINDO