
WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Upaya melestarikan warisan budaya Melayu terus diperkuat melalui penyusunan kajian ilmiah mengenai Kain Tenun Lingga. Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Hj. Feby Sarianty, menghadiri kegiatan kajian naskah bertajuk “Kain Tenun Lingga, Sejarah dan Nilai Kain dalam Kehidupan Masyarakat Melayu di Lingga” yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Daik, Kabupaten Lingga, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Panitia Pelaksanaan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kepulauan Riau sebagai bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Tahun 2026.
Pada kesempatan itu, Agustin Putri Lestari, S.Hum., selaku penerima fasilitasi studi dan kajian warisan budaya, memaparkan hasil penelitiannya yang mengulas sejarah, perkembangan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Kain Tenun Lingga sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Melayu.
Kajian tersebut menjadi langkah penting dalam mendokumentasikan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian kain tenun tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain Ketua Dekranasda Lingga, kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, jajaran Lembaga Adat Melayu (LAM), pegiat sejarah dan budaya, akademisi, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sesi diskusi, Hj. Feby Sarianty turut memberikan berbagai masukan dan pandangan terhadap isi naskah bersama para peserta. Beragam saran yang disampaikan diharapkan dapat menyempurnakan substansi kajian sebelum diterbitkan menjadi sebuah buku.
Buku tersebut nantinya diharapkan menjadi referensi penting dalam upaya pelestarian, pengembangan, serta promosi Kain Tenun Lingga sebagai salah satu warisan budaya Melayu yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kultural yang kuat. (*)
Editor Dedy Suwadha




























