WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ribuan penumpang kapal roll on – roll off atau disingkat Ro-Ro terlantar di pelabuhan roro Punggur Kamis (28/4/2022). Sesak penumpang sudah terlihat sejak pukul 10.00 WIB pagi hingga puncaknya sore hingga malam. Penumpang kesal dan kecewa menunggu tanpa ada kepastian berangkat.
“Mobil sudah di cek tapi tak berangkat juga sudah bolak balik kita ke pelabuhan dan sudah membawa anak-anak juga tapi tak kunjung berangkat juga,” ujar seorang penumpang kapal Roro
Informasi dari sumber Warta Kepri diketahui keterbatasan jumlah armada kapal yang disiapkan ASDP tidak mencukupi mengangkut penumpang maupun kendaraan sehingga terjadi penumpukan.
“Ini layanan ASDP bagaimana, jumlah kapalnya tak mencukupi kendaraan sudah di cek namun tak juga diberangkatkan entah menunggu berapa lama lagi,” ujar sumber tersebut.
Pantauan Warta Kepri, Kamis siang melihat langsung area keberangkatan pelabuhan punggur yang penuh sesak dan padat. Penumpang berdesakan di loket penjualan tiket. Meski diterpa terik matahari panas tak menyurutkan semangat para penumpang yang berksempatan untuk mudik.
“Kami dari pagi sudah di sini, kami berharap diperhatikan lah,” ujar Rini seorang penumpang yang ingin mudik.
Pemudik lainnya rela berdesakan saat panas terik di tengah berpuasa membuat mereka tampak kesal dan kecewa. Sebagian lagi ada menenteng ransel, koper tas dan barang lainnya terlihat lesu dan kecewa. Belum lagi sejumlah penumpang yang membawa anak harus rela antri mendapatkan tiket.
“Tak tahu sampai kapan, ini sejak tadi pagi kami disini kami bergantian menjaga anak-anak,” ujar seorang pemudik
Penumpukan penumpang di area keberangkatan jadi keluhan penumpang, Dian salah seorang penumpang mendapatkan informasi bahwa jadwal kapal akan berangkat pukul 11:00 WIB, namun sampai siang hari tiket tak kunjung dijual.
“Sudah pukul 13.00 WIB tiketnya saja belum dijual, mau sampai kapan menunggu disini,” kata Dian.
Terpisah General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam, Syamsudin saat dikonfirmasi Warta kepri mengatakan pihaknya mengaku berusaha mencari solusi kepada penumpang yang belum terangkut.
“Saya minta waktu untuk koordinasi di lapangan, nanti kita kabari,” tulis Syamsudin. (adi)
































