“Dari data 74 ekor sapi yang ditemukan suspek berdasarkan hasil laboratorium, maka petugas menyatakan sebanyak 2 ekor terjangkit PMK atau positif, namun dari laporan minggu ini kedua sapi sudah dinyatakan sembuh,”kata Doddy.
Lebih lanjut Doddy menjelaskan,agar tidak menyebar luasnya PMK ini, maka pihaknya guna antisipasi maka dilakukan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada peternak dan pedagang sapi sementara untuk tidak membeli ternak dari luar Pasaman Barat atau di Kecamatan yang ditemui PMK tersebut.
“Upaya lainnya itu terus melakukan sanitasi disenfeksi terhadap ternak yang ada di lingkungan sehingga virus ini tidak menyebar kepada ternak lainnya karena salah satu antisipasi tidak menyebar gejala penyakit tersebut dengan cara komunikasi dan informasi kepada peternak,”jelasnya.
Kemudian Doddy menyebutkan, jika adanya ditemukan penyakit PMK terhadap hewan ternak di lingkungan agar segera melapor ke petugas kecamatan.
“Kita ingin peternak jangan segan melaporkan jika adanya ternaknya jika terdapat ciri-ciri serupa penyakit PMK agar segera adanya pertolongan dari petugas,”sebutnya.
Kadis juga menyarankan agar sementara waktu untuk menyetop dulu untuk membeli ternak dari luar bahkan kecamatan yang ditemukan positif pun jangan dibeli demi memutus mata rantai penyebaran.
“Jadi jelang 14 hari H Idul Adha mendatang, petugas dari dinas peternakan Pasaman Barat akan memeriksa hewan yang bakalan di kurbankan,”tutupnya. (Fik)
Editor : Dedy Suwadha






























