Inisiasi Mako Lanal Tbk, Sasaran Aksi Bersih Pantai dan Aset Potensi Maritim

228
Jajaran Mako Lanal Tanjungbalai Karimun inisiasi aksi bersih pantai Desa Pongkar, akibat limbah pada kapal yang mengalami laka laut beberapa waktu lalu.(Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Guna menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya dengan membersihkan pantai sebagai destinasi pariwisata, sekaligus menjaga aset potensi maritim, jajaran Mako Lanal Tanjungbalai Karimun menggagas aksi bersih-bersih pantai.

Pada pelaksanaan kegiatan pembersihan pantai sekaligus aset-aset potensi maritim lainnya yang diselenggarakan bersama Stakeholder terkait lainnya dipusatkan pada pantai Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

“Kegiatan bersih pantai ini merupakan realisasi dari perintah pimpinan TNI Angkatan Laut dan merupakan program kerja potensi maritim Angkatan Laut dalam menjaga dan melestarikan potensi-potensi kemaritiman yang ada di wilayah kerja Tanjungbalai Karimun,” terang Danlanal Tanjungbalai, Letkol Laut (P) Joko Santoso, Rabu (15/6/2022).

Honda Capella

Danlanal menambahkan, hal ini merupakan bentuk kerjasama sekaligus sinergitas bersama Stakeholder dan komunitas pecinta lingkungan, terkait yang dilakukan oleh jajaran Mako Lanal Tanjungbalai Karimun untuk membersihkan pantai Pongkar dari limbah kertas dan tissue akibat pencemaran laut.

“Dampak dari laka laut yang yang menimpa kapal Tagboat Mega Daya 43/BG Marcopolo 188, membawa ratusan petikemas (kontainer) berisi kertas dan tissue di perairan Takong Hiu, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau pada Kamis, (26/5/2022), dini hari lalu ” paparnya.

Sehingga menurut Danlanal, limbah kertas dan tissue tersebut tidak hanya mencemari perairan Karimun saja, akan tetapi juga pesisir pantai, salah satunya pantai Pongkar.

“Perlu diketahui bahwa, limbah tissue dan kertas tersebut merupakan limbah yang masuk dalam kategori limbah organik yang tidak berbahaya dan mudah hancur,” ungkap Danlanal.

Sehingga kata Danlanal masyarakat tidak perlu cemas dan juga khawatir akan hal tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya fokus di limbah tissue dan kertas saja, namun juga menggalakkan kepedulian masyarakat terhadap potensi-potensi pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Karimun dengan tetap membuang sampah tempatnya,” imbau Perwira yang hobi burung kicauan tersebut.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah satu warga Desa Pongkar bernama Emi (35) mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Mako Lanal Tanjungbalai Karimun beserta Stakeholder terkait lainnya.

“Peduli dengan lingkungan serta masyarakat Desa setempat,” kata pria yang kesehariannya disapa Gareng tersebut.

Karena menurutnya, tidak hanya itu saja, jika tidak dijaga dan dipelihara dengan baik, abrasi pantai berdampak pada penyusutan garis pantai, sehingga daratan utama semakin berkurang, berkurangnya sumber daya ikan dan plashma nutfah, serta merusak hutan bakau di sepanjang pesisir pantai Pongkar yang dapat menimbulkan risiko bencana.

“Tanpa adanya aksi nyata yang dilakukan segera oleh instansi terkait, maka masyarakat sekitar akan terus menanggung beban tidak proporsional karena situasi yang mereka alami saat ini,” sebut Gareng.

Ditambah, masih kata Gareng mata pencaharian para nelayan pun terpengaruh karena sulit mendapat ikan.

“Akibatnya, tidak ada ikan yang bisa dijual atau dimakan (konsumsi). Tak jarang para nelayan juga mengalami dampak dari pencemaran lingkungan, akibat limbah tissue dan kertas tersebut,” tandasnya.(Aman)

FANINDO